HIMA IAN UNY

Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Negeri Yogygakarta

Pengurus HIMA SIGARA 2017

KABINET PRIORITAS

OPEN PROMOTE

"CONTACT adm.negara@gmail.com "

OPEN PROMOTE

CONTACT admnegara.uny@gmail.com

Rabu, 08 November 2017

BEDAH BUKU DAN STADIUM GENERAL 2017


Bedah buku merupakan event tahunan HIMA SIGARA  yang sebelumnya memfasilitasi mahasiswa terpilih untuk membukukan karyanya dalam satu bentuk nyata. Selain itu juga Stadium General adalah kuliah umum yang merupakan wadah untuk menambah pengetahuan dan wawasan baru. Tahun ini HIMA SIGARA telah melaksanakan Bedah Buku dan Stadium General  2017 dengan mengangkat tema “Mengembangkan Gerakan Sadar IT untuk mewujudkan Digital Society di Indonesia. Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat, 3 November 2017 bertempat di Ruang Ki Hajar Dewantara FIS UNY. Tujuan dari diadakannya Bedah Buku dan Stadium General ini adalah untuk mengajak mahasiswa Indonesia untuk gemar menulis, sebab sejarah digoreskan melalui tulisan di mana merupakan perwujudan dari ilmu guna membangun Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang melalui cendekiawan-cendekiawan muda. 
Tentunya pada kesempatan Bedah Buku dan Stadium General tahun ini mengundang pembedah dan pembicara ahli di bidang literasi yaitu, Umar Abdul Aziz S. IP. (Manajer of Event and Training CfDS UGM), Gilang Jiwana Adikara S.I. Kom, M. A. (Dosen Ilmu Komunikasi UNY), dan Sita Novalinda (Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara 2015 FIS UNY). Para pembicara memaparkan materi yang sangat menarik dan penting yang berkaitan dengan gerakan sadar IT, yaitu salah satunya adalah mengenai bagaimana satu kata yang diposting di social media dapat mempengaruhi berjuta-juta orang, sehingga dalam penggunaan social media haruslah bijak dan cerdas. Cerdas dalam hal ini adalah di mana jangan mudah mempercayai begitu saja berita yang tersebar di segala media, karena bisa saja berita atau informasi tersebut hoax, jadi perlu bagi kita untuk mengechek terlebih dahulu kebenarannya.
Ayunaila Adibah selaku ketua pelaksana dari acara ini berharap agar melalui acara ini semoga dapat lebih meningkatkan minat baca dan menulis bagi mahasiswa, serta harapannya untuk acara Bedah Buku dan Stadium General tahun selanjutnya dapat lebih baik lagi dan untuk lebih gencar dalam publikasinya agar menarik lebih banyak peserta lagi untuk ikut serta berpartisipasi dalam acara tersebut.

Rabu, 04 Oktober 2017

PENGUMUMAN 10 BESAR FINALIS SIGARA IN COMPETITION 2017

Berikut adalah pengumuman lolos 10 besar Lomba Esai Tingkat Nasional Sigara In Competition 2017 dengan tema "Be Part Of Digital Movement" silahkan cek dalam link berikut: 

Ketentuan lengkap bagi Finalis dapat diunduh dalam link berikut:
Acara puncak SIC 2017 akan diadakan pada 10 Oktober 2017 di Ruang Ki Hajar Dewantara, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. 
Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam acara SIC 2017. Sampai jumpa di SIC 2018!


Kamis, 21 September 2017

LTF 2017


Setelah berlangsungnya euforia kegiatan PKKMB 2017 dimana tujuan dari kegiatan itu sendiri adalah untuk memperkenalkan lingkungan dan kegiatan kampus bagi mahasiswa baru. Namun, apakah setelah kegiatan itu berlangsung, mahasiswa baru dapat lebih mengenal sesama mahasiswa di jurusannya? Maka dari itu untuk lebih mengeratkan rasa persaudaraan sesama mahasiswa khususnya jurusan IAN UNY, Himasigara mengadakan kegiatan LTF(Leadership Training and Familirity)
Kegiatan yang bisa disebut makrab ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 16-17 September 2017.  LTF ini rutin diadakan setiap tahunnya dan bersifat wajib bagi mahasiswa baru Jurusan Ilmu Administrasi Negara UNY. Pada tahun ini kegiatan LTF diselenggarakan di SCC UII Kaliurang dan tema yang diusung adalah Bersatu Berdedikasi untuk Bangsa. Seluruh mahasiswa IAN antusias untuk mengikuti kegiatan LTF ini.
Pada hari pertama yaitu Sabtu, 16 September 2017 acara diisi dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan sarsehan bersama dosen Ilmu Administrasi Negara UNY. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan peserta menuju SCC UII Kaliurang yang diwakilkan oleh WD 3. Sesampainya di sana peserta bersiap siap untuk melakukan kegiatan outbond. Outbond kali ini dirancang dengan pembagian kelompok yang berbeda dengan kelompok sebelumnya. Hal ini bertujuan agar mengenal seluruh mahasiswa IAN.  Kemudian pada malam harinya acara dilanjutkan dengan pentas seni yang ditemani dengan kehangatan api unggun. Masing-masing gugus menampilkan atraksinya sesuai dengan undian yang diperoleh pada waktu TM. Pentas seni yang ditampilkan bermacam-macam, yaitu drama musikal, dance cover, aransemen lagu nasional, drama komedi, dan sebagainya. Seusai pentas seni, peserta LTF bersiap-siap untuk rekreasi menuju pulau kapuk. 
Hari ke dua yaitu hari Minggu, 17 September 2017, acara dibuka dengan senam pagi bersama dan games kecil-kecilaan. Acara dipandu oleh panitia dan perwakilan dari peserta LTF. Setelah senam pagi, peserta beres-beres dan makan pagi bersama. Acara dilanjutkan dengan presentasi hasil observasi saat outbond pada hari sebelumnya. Dengan bermodalkan kertas manila dan spidol, para peserta LTF berkreasi membuat maind map hasil observasi untuk dipresentasikan. Setelah itu acara diisi dengan perkenalan Himasigara 2017 dan materi kepemimpinan yang disampaikan oleh DPO. Acara ditutup dengan pembacaan maba award, king and queen LTF 2017 serta berjoget bersama. 
Galang Kusuma Aji selaku ketua pelaksana LTF Ilmu Administrasi Negara 2017, mengatakan bahwa dengan adanya LTF ini semoga dapat mempererat rasa kekeluaragaan dan persaudaraan diantara mahasiswa Ilmu Administrasi Negara 2017 serta semoga untuk kedepannya acara LTF bisa lebih baik lagi. 








Senin, 28 Agustus 2017

PKKMB Ilmu Administrasi Negara 2017

        Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru atau yang disingkat PKKMB telah terlaksana mulai tanggal 21- 24 Agustus 2017 kemarin. PKKMB selama 4 hari itu terdiri atas PKKMB Universitas yang diselenggarakan di Gor, PKKMB Fakultas yang diselenggarakan di Taman Pancasila, dan PKKMB Jurusan dimana Jurusan Ilmu Administrasi Negara bertempat di Parkiran Dosen FIS UNY. PKKMB Jurusan sendiri merupakan bagian dari PKKMB Fakultas yang diselenggarakan pada hari terakhir PKKMB, pada 24 Agustus 2017.
       PKKMB Jurusan dimulai pada pukul 07.30 dengan penjemputan peserta dari Taman Pancasila menuju parkiran dosen. Penjemputan dilakukan oleh mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Negara dengan begitu meriah. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengecekan penugasan oleh para Pemandu Kedisiplinan. Setelah pengecekan penugasan, pada pukul 08.35 peserta dipandu dan diperkenalkan dengan ruang-ruang kelas dan laboratorium yang digunakan untuk perkuliahan. Acara selanjutnya adalah penyambutan peserta di parkiran dosen. Beberapa dosen, alumni, serta DPO juga turut hadir memberikan sambutan dan materi dalam PKKMB kemarin. Melalui PKKMB, peserta juga dilatih untuk mendiskusikan suatu kasus dan mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan peserta lainnya. Acara ditutup dengan pemberian beberapa award kepada para peserta mahasiswa baru, di antaranya award bagi maba teraktif, maba teranteng, maba terganteng, king PKKMB, serta Queen PKKMB. Para peserta mengikuti setiap rangkaian acara PKKMB jurusan dengan antusias.
“Alhamdhulillah PKKMB jurusan berlangsung dengan lancar, nggak ada halangan yang berarti. Mahasiswa baru juga mengikuti setiap rangkaian acara dengan baik. Pokoknya, kerja keras seluruh panitia selama hampir 3 bulan ini seperti terbayar sudah,” ujar Kukuh Yulianto, mahasiswa angkatan 2016, yang juga merupakan Ketua Penyelenggara PKKMB Jurusan Ilmu Administrasi Negara 2017.
         Sementara mahasiswa baru yang mendapat award sebagai mahasiswa teraktif, Irfan Miftah Ramadhan, turut memberikan pendapatnya mengenai PKKMB jurusan tahun ini yang menurutnya sangat asyik dan kental dengan suasana kekeluargaan.“PKKMB Jurusan IAN sangat asyik. Katingnya seru, komunikatif, lebih kekeluargaan gitu. Manajemen waktunya juga nggak amburadul. Mantaplah!” ujarnya. Ia juga mengungkapkan harapannya untuk PKKMB tahun depan, “Semoga lebih asyik. Mampu menyempurnakan yang sudah bagus, dan menutupi kekurangan yang ada,” tutupnya.

Rabu, 10 Mei 2017

Diskusi Publik “Dibalik Lesunya Semangat Diskusi Mahasiswa”

       
     Selasa, 9 Mei 2017 pukul 16.00 WIB berlokasi di Taman Ki Hadjar Dewantara FIS UNY, Hima Sigara menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik yang mengusung tema “Dibalik Lesunya Semangat Diskusi Mahasiswa”. Diskusi ini dipantik oleh Triyo Handoko (Koordinator Litbang UKM Ekspresi UNY) dan Ahmad Agung Masykuri (Alumni UKMF Screen FIS UNY) serta dimoderatori oleh Ayu Naila Adibah (Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FIS UNY). 
    Menurut Hasibuan (1985), Diskusi adalah visi dari dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan dengan saling bertatap muka dengan tujuan atau target yang telah diberikan dengan cara pertukaran informasi atau mempertahankan (www.gurupendidikan.com/14-pengertian-diskusi-menurut-para-ahli-beserta-tujuan-dan-macamnya/ diakses pada 8 Mei 2017 pukul 22.30 WIB) Ruang diskusi yang diadakan dikampus-kampus akan memberi peluang bagi kita untuk saling berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman yang muaranya akan kembali untuk kepentingan kita berupa makin luasnya cakrawala kita memahami dunia. Kualitas masa depan pemimpin bangsa ditentukan oleh generasi sekarang yang memiliki tekad yang kuat kemauan keras untuk belajar dan berkembang dikampus maupun diluar kampus. Mahasiswa yang pandai diskusi, padai melihat peluang masa depan, dan berani meyampaikan kebenaran dengan santun didepan pemimpin yang berperlilaku tidak adil. Itu semua hasil dari proses diskusi, dengan digalangkannya forum diskusi di kampus dengan sendirinya akan hadir tunas-tunas bangsa yang pandai mengkaji sebuah masalah, dan menyiapkan sosok pemimpin masa depan yang mampu memberikan solusi kepada masyarakat yang sedang dilanda kebingungan. Tidka dapat dipungkiri bahwa dengan diskusilah kita dapat memperkaya pengetahuan yang berasal dari sudut pandang yang berbeda (Kajian Hari Sore. Menipisnya Budaya Diskusi di Kalangan Mahasiswa. 2011: STIA Banten di akses pada 8 Mei 2017 pukul 22.45 WIB)
      Dengan adanya fakta tentang betapa pentingnya diskusi dalam menunjang peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial tidak sekaligus menjadikan diskusi sebagai kegiatan yang disenangi. Fakta lain mengenai semangat berdiskusi mahasiswa yang kian menurun tidak dapat disangkal lagi. Banyak faktor yang disampaikan mengenai permasalahan tersebut dalam diskusi Hima Sigara kali ini. Triyo Handoko menyampaikan bahwasanya perkembangan pola pikir mahasiswa yang diintepretasikan melalui kegiatan diskusi tidak bisa dilepaskan dari peran penguasa. Perjalanan panjang Indonesia yang hingga saat ini mendapat diintervensi oleh peran mahasiswa, menimbulkan kekhawatiran akan tumbuhnya kekritisan mahasiswa yang bisa mengancam posisi pemangku kepentingan. Sedangkan disampaikan oleh Ahmad Agung bahwa setiap mahasiswa memiliki kebutuhannya masing-masing yang sekaligus mempengaruhi orientasi mereka untuk melakukan diskusi atau tidak. Selanjutnya ditambahkan oleh Sita Novalinda (mahasiswa IAN) bahwa tuntutan terhadap mahasiswa saat ini sudah tidak relevan dengan kebijakan yang diambil oleh para pemangku kepentingan. Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga jadwal kuliah menjadi padat dan tugas yang menggunung dengan iming-iming bisa lulus cepat. Sehingga disitulah mahasiswa sewajarnya manusia mengalami titik jenuh, kegiatan di dalam kelas yang padat mengakibatkan mahasiswa lesu untuk mengikuti kegiatan diskusi di luar kelas.
    Jika kita mengenal tentang Trilogi Mahasiswa (Membaca, Menulis, dan Berdiskusi) maka harapannya adalah dengan membaca mahasiswa dapat memiliku kapasistas ilmu yang baik dan kemudian didiskusikan, lalu output dari diskusi tersebut yaitu berupa karya tulis. Sehingga disampaikan oleh Erza Kurnia (mahasiswa IAN) bahwa faktor yang memicu lesunya semangat berdiskusi mahasiswa adalah berawal dari menurunnya minat membaca dari mahasiswa itu sendiri. Sedangkan Ahmad Agung menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki caranya tersendiri dalam berdiskusi, karena membaca tidak harus melalui buku, melihat tidak harus dengan mata, dan berdiskusi tidak selalu harus melalui forum-forum yang sifatnya resmi, seperti halnya aksi yang tidak melulu harus turun ke jalan. Dalam hal ini diskusi bisa dilaksanakan dalam bentuk dan waktu yang lebih fleksibel. Disisi lain, disampaikan oleh Triyo Handoko bahwa hanya dengan berdiskusi tidak serta merta dapat menyelesaikan masalah, apalagi tidak diskusi. Walaupun bisa saja diskusi dilaksanakan dengan cara yang fleksibel, namun tetap ada tuntutan bagi pelaksana diskusi untuk mencari pemecahan masalah bersama.
Hingga akhirnya secara garis besar latar belakang lesunya minat mahasiswa adalah sebagai berikut:
1. Kurang peka dan gelisah terhadap masalah yang ada
2. Kurangnya payung hukum dan perlindungan yang mengayomi kegiatan diskusi mahasiswa
3. Mahasiswa merasa bisa berpendapat tapi tidak ada saluran untuk mengimplementasikannya
4. Adanya paradigma yg salah mengenai diskusi mahasiswa
5. Diskusi mahasiawa dinilai tidak mampu berkontribusi aktif dalam pemecahan masalah yang ada
Dan solusi yang ditawarkan antara lain:
1. Menanamkan kepedulian dan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sekitar
2. Memiliki keteguhan terhadap suatu sudut pandang yang dianggap benar (idealisme) sebagai seorang mahasiswa
3. Mencari masalah dari lini yang paling dekat dan mencoba menyelesaikannya
4. Tata cara,  sistem,  bahasan,  dan sudut pandang diskusi yang menarik
5. Usahakan diskusi itu melihat status quo dan realistis
6. keluar dari zona nyaman (jangan menjadi katak dalam tempurung), yaitu dengan mencari ruang lingkup diskusi yang lebih luas
     Bagaimanapun diskusi akan selalu menjadi kegiatan yang tidak bisa dilepaskan dalam ranah mahasiswa. Dalam perjalanannya terdapat banyak faktor yang dinilai menjadi akar masalah dan solusi yang coba ditawarkan dari lesunya semangat diskusi mahasiswa dewasa ini. Menanamkan kepekaan dan kegelisahan mulai dari lingkup terkecil dianggap sebagai solusi yang paling efektif dan merupakan tanggung jawab dari banyak pihak, terutama dan mahasiswa itu sendiri dan para pemangku kepentingan. Berdiskusi merupakan cermin, kualitas sumber bacaan dapat tercermin melalui berdiskusi, dan kualitas berdiskusi dapat dicerminkan melalui karya yang dihasilkan. Orang yang benar-benar berdiskusi akan menghasilkan karya yang nyata dan beretika, bukan hanya berdasarkan prasangka dan awang-awang semata. 
#salam kritis, solutif untuk negeri
#aksi nyata