Selasa, 22 Mei 2012

Pemanfaatan TOGA Sebagai Alternatif Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Program PKM-M


Mungkin banyak yang belum tahu kalau salah satu karya PKM mahasiswa AN pada tahun ini ada yang didanai oleh DIKTI. Mereka adalah Prastika Darmajati, Nureni, Imam Cahyo dan Septi Kurniawati. Mereka membuat PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dengan Judul “Pemanfaatan Toga (Tanaman Obat Keluarga) Sebagai Alternatif Peningkatan Kesehatan Masyarakat).

Berangkat dari ide bahwa Kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam hal pembangunan mutu kesehatan antara lain dengan membangun puskesmas di setiap desa dan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Namun keberadaan puskesmas dan RSUD tersebut masih belum dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, terutama masyarakat pedesaan.


Pemiilihan TOGA sebagai alternatif didasari oleh mulai dikembangkannya obat herbal sebagai alternatif kesehatan selain penggunaan obat kimia. Tanaman Obat Keluarga atau yang akrab disebut sebagai TOGA merupakan tanaman-tanaman obat  yang ada disekitar masyarakat. Pemanfaatan TOGA sendiri telah ada sejak jaman dahulu dan masih terus berkembang hingga saat ini. Banyak yang menyebutkan bahwa obat tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan, hal ini sagat berbeda dengan fungsi obat kimia atau obat modern yang dapat menyembuhkan secara cepat tetapi hasilnya belum tentu aman untuk kesehatan. Oleh karena itu hal ini memberikan celah bagi kita untuk memperkuat potensi TOGA sebagai dasar penyembuhan penyakit yang relatif aman dan terhitung ekonomis karena bisa ditanam dan diolah sendiri.  

Tim PKM-M AN bersama Warga Dusun Tangkisan III
Tim PKM-M AN tersebut melakukan pengabdian di Desa Hargomulyo, khususnya di Pedukuhan Tangkisan III. Lokasi tersebut banyaknya TOGA yang ditemukan di daerah ini serta tanahnya yang subur membuat daeran ini sesuai untuk mengembangkan TOGA sebagai alternatif kesehatan masyarakat. Pada dasarnya , masyarakat sendiri telah mengenal tanaman-tanaman obat disekitarnya.  Namun masyarakat disini belum memanfaatkan TOGA yang ada secara maksimal padahal manfaatnya begitu besar.


Program dimulai dengan adanya penyuluhan tentang manfaat dan pegenalan tanaman obat yang beberapa sudah ada disekitar masyarakat. Hal ini bertujuan untuk membuka pemikitran masyarakat tetag manfaat TOGA dan menumbuhkan minat masyarakat tentang TOGA. Pada tahapan selajutnya dibentuk organisasi masyarakat yang peduli tentang TOGA.  Pembentukan organisasi ini sebagai keberlanjutan program untuk pelestarian dan pemanfaat TOGA dimasa mendatang agar terbentuk masyarakat yang mandiri dan dapat memanfaatkan TOGA sesuai dengan kebutuhan mereka. Sebagai tindak lanjut, maka kelompok yang terbentuk selanjutnya dilatih dan praktek langsung untuk mengolah TOGA disekitar mereka menjadi berbagai formula obat yang bermanfaat dan minuman instan yang berkhasiat bagi masayarakat dan bernilai jual tinggi.

Pemanfaatan TOGA ini juga diimbangi dengan pelestarian dan pengembangan ragam TOGA yang ada disekitar masyarakat. Maka diadakan pula program berupa penanaman bersama, dimana masyarakat diajak untuk membuta taman TOGA di lahan yang telah disediakan.  Tanaman dalam taman ini berasal dari masyarakat dengan tujuan untuk memberdayakan masayarakat dan melestarikan TOGA yang ada disekitarnya. Selain itu diberikan bibit tanaman yang belum ada disekitar masayarakat dengan tujuan untuk menambah ragam TOGA yang ada.

Taman inilah yang selanjutnya akan dimanfaatkan dan dikelola oleh kelompok masyarakat yang telah terbentuk. Hasil dari taman ini yang akan disalurkan kepada mitra yang siap menerima hasil TOGA masyarakat. Minimal masyarakat dapat memanfaatkan TOGA yang ada untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mereka.

Program ini berhasil membentuk masyarakat yang perduli TOGA dan dapat dengan mandiri memanfaatkan TOGA disekitarnya. Dengan program ini masyarakat dapat emningkatnkan tidak hanya taraf kesehatan mereka , tetapi juga taraf ekonomi mereka memalui penghematan biaya kesehatan dan komersialisasi hasil taman TOGA. Berkaca dari Dusun Tangkisan III , program ini dapat pula dikembangkan didaerah lain dengan potesi yang sama sehingga dapat memberi manfaat pada masyarakat yang lebih luas.

Semoga PKM-M karya Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara ini dapat lolos seleksi dan mengikuti PIMNAS pada sekitar bulan Juli 2012. Ini karya mereka, mana karya kamu? Jangan mau kalah yaa, Tunjukan daya kritis dan kreativitas kamu  :) (nia, dkk)

0 komentar:

Posting Komentar