Rabu, 10 Oktober 2012

Diskusi Publik FORBI “Inovasi Social Policy dalam Mewujudkan Kesejahteraan yang Membumi”


BSO FORBI kembali mengadakan diskusi rutin pada selasa (9/10) bertempat di Ruang Kuliah G02.109 FIS UNY. Tema yang didiskusikan pada hari tersebut sangat berbeda karena tema yang diangkat merupakan Tema pada Seminar Nasional yang akan diselenggarakan oleh Hima IAN UNY pada 20 Oktober mendatang. Tema tersebut adalah “Inovasi Social Policy dalam Mewujudkan Kesejahteraan yang Membumi”. Diskusi tersebut dihadiri oleh 23 Peserta dengan dipandu oleh Moderator Kiki Zerunisa dan 2 Pembicara yaitu Endah Tri Anomsari dan Silvia Sonya serta didampingi oleh Dosen IAN Pak Yanuardi, M.Si.


Dalam diskusi dibahas bahwa Kebijakan sosial yang sudah ada, tidak ada yang salah karena kebijakan sosial itu memiliki tujuan yang sebenarnya “terkena” dalam masyarakat. Hanya saja bentuk dari kebijakan sosial itu yang salah seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang mungkin sampai saat ini tidak ada kelanjutannya. kebijakan sosial itu dikatakan berhasil atau gagal dilihat bagaimana masyarakat itu sudah sejahtera sebelumnya atau bahkan masyarakat masih belum sejahtera. Itu yang menjadi indikator apakah kebijakan sosial itu ada.

Kebijakan sosial saat ini, ibaratnya hanya membuat masyarakat bermental “pengemis” karena pemerintah hanya memberikan “pancing” tanpa memberikan “apa yang diperlukan untuk memancing”. Perbaikan mental pada setiap masyarakat merupakan salah satu solusi untuk merubah mental masyarakat saat ini. Pentingnya perbaikan pendidikan untuk setidaknya dapat merubah mental baik dari pemerintah dan masyarakat untuk menyikapi atau memahami produk pemerintah terutama kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya.

Untuk itu ditarik kesimpulan beberapa hal yaitu perlu adanya perubahan baik dari bentuk kebijakan sosial, Penerima kebijakan dan pengambil kebijakan serta mental masyarakat sendiri. Selain itu, Adanya proses prosedural yang tertata rapi dan keterbukaan dan Transfer kebijakan perlu melihat situasi dan kondisi negara. FORBI Kritis Solutif (iman)

0 komentar:

Posting Komentar