Jumat, 30 November 2012

Kunjungan Akademik Hima IAN ke Lembaga Arsip Nasioal Republik Indonesia (ANRI)


Hima Ilmu Administrasi Negara melaksanakan proker Kunjungan Akademik pada 23-24 November 2012 ke Jakarta dan Bandung. Kunjungan Akademik tersebut diikuti oleh 44 perwakilan mahasiswa dan 3 dosen pendamping. salah satu destinasi dari kunjungan tersebut yaitu Lembaga Negara ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Tujuan kunjungan ke ANRI untuk mengetahui peran ANRI terutama yang berhubungan dengan penyelenggaraan administrasi Negara.

Kunjungan Hima IAN ke ANRI tersebut disambut hangat oleh bagian humas ANRI. Dalam kunjungan tersebut, perwakilan ANRI membuka acara dengan menonton film profil lembaga ANRI, yang telah ada sejak pemerintahan Hindia Belanda, serta kiprahnya dalam melaksanakan tugas kearsipan di Negara Indonesia. ANRI sendiri menyimpan arsip dalam bentuk dokumen, surat, film, foto, rekaman suara dan lainnya.


Sesi pengenalan ANRI
Perwakilan ANRI menjelaskan bahwa pengelolaan arsip sangat penting dalam pemerintahan. Arsip merupakan tulang punggung manajemen pemerintahan dan pembangunan. Arsip dapat menjadi bukti pertanggungjawaban akuntabilitas organisasi publik. Untuk meningkatkan akses ke masyarakat, ANRI membuat program Mobil Kesadaran Arsip dan mengubah Arsip menjadi Arsip digital. Hal tersebut diharapkan masyarakat dapat mengetahui fungsi dan peran arsip. Selain itu, ANRI menyediakan layanan kepada masyarakat yang datang ke lembaga tersebut dalam mengakses secara langsung untuk melihat arsip-arsip yang dibutuhkannya.

Perkembangan sekarang membuat tidak semua arsip masuk ke ANRI, ada beberapa arsip yang harus disimpan dan dikelola oleh organisasi publik itu sendiri karena diakses secara terus-menerus oleh masyarakat sehingga menjadi lebih mudah. Arsip yang disimpan oleh ANRI merupakan Arsip Vital yang memiliki nilai guna dan penting, selain itu harus otentik dan terpercaya sumber pembuatnya. 

Kunjungan Hima IAN di ANRI diakhiri dengan mengunjungi Diorama Perjalanan Bangsa dari masa kejayaan nusantara sampai masa reformasi dan pemberian kenang-kenangan oleh kedua belah pihak.

0 komentar:

Posting Komentar