Rabu, 13 Februari 2013

PERMULAAN PASIF UNTUK KAMPUS PROGRESIF


Rabu (13/2) pukul 13.00 WIB, di ruang Ki Hajar Dewantara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta diselenggarakan pelantikan ketua Ormawa  dan UKMF FIS UNY untuk kepengurusan periode 2013.  Acara tersebut dihadiri oleh dekan, wakil-wakil dekan dan perwakilan mahasiswa FIS UNY. Setelah acara dibuka dan menyayikan lagu Indonesia Raya, Ketua-ketua Ormawa dan UKMF langsung dilantik dengan mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu oleh bapak Ajat Sudrajat selaku dekan FIS UNY.

Selain pelantikan dalam acara tersebut juga diagendakan audiensi antara pihak dekanat dengan para mahasiwa yag hadir. Dalam audiensi  pertama dekan memberikkan sambutan dan ucapan selamat kepada ketua ormawa yang baru. Dalam sambutanya dekan  membahas mengenai dana yang diterima FIS dari Universitas, dengan berkurangnya mahasiswa yang pindah ke FE yaitu P.Adp dan D3 sekertaris berarti berkurang pula dana yang diterima FIS dari universitas.

Sedangkan bapak Saliman selaku wakil dekan 2 membahas tentang UKT yang  tahun ini akan diterapkan di UNY, UKT atau Biaya Kuliah Tunggal akan dirasakan oleh mahasiswa baru tahun 2013 nanti. Yaitu mahasiswa pada setiap semester membayar 2,6 juta tanpa membayar uang pangkal pada saat masuk kuliah. Meski tanpa membayar uang pangkal dalam sistem pembayaran ini mahasiswa FIS diharuskan membayar 2,6 juta sampai lulus, walau mahasiswa pada semester itu mau skripsi mahasiswa tetap membayar 2,6 juta flat sampai dia lulus. Bapak Saliman juga memberi pernyataan yang cukup kontroversial, yaitu “apabila nanti ada demo masalah UKT. Dana kalian akan saya potong/kurangi. Wong adik angkatan 2013 aja tidak tahu, masak mau kalian ajak demo” begitu tuturnya.


Lantas Ibu terry selaku wakil dekan 3 dalam sambutanya membahas tentang Humas FIS yang pada tahun 2012 kurang diberdayakan untuk menerbitkan berita-berita atau acara-acara yang diadakan oleh Ormawa. Padahal penting sekali agar acara-acara yang diadakan oleh Ormawa bisa dipublikasikan ke universitas oleh humas FIS. Selanjutnya Ibu Terry menyinggung tentang dana kompetitif. dana kompetitif adalah dana diluar Hima  masing-masing yang digunakan  ketika ada lomba atau poyek karya ilmiah. disitulah mahasiswa  dapat berlomba-lomba untuk mengajukan proposal agar mendapat dana guna  mengikuti perlombaan atau pembuatan karya ilmiah dengan mengikuti prosedur yang telah ditentukan.

Setelah pihak dekanat menyampaikan sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Pada sesi tersebut banyak mahasiswa yang aktif memberikan pertanyaan terutama mengenai dana kompetitif, pencairan dana dan UKT. Namun sayangnya jawaban dari pihak dekanat dirasa kurang memuaskan dan terkesan mengambang. Karena pada saat sesi Tanya jawab berlangsung bapak dekan, WD 1, dan WD 2 sudah meninggalkan ruangan karena ada urusan lain. Sehingga mahasiswa berharap agar diadakan sosialisasi lebih lanjut mengenai permasalahan tersebut. (DIAS_Sigara) 

2 komentar:

Posting Komentar