Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Pengurus HMAP UNY 2019

Kabinet Inisiator

PKKMB ADMINISTRASI PUBLIK 2019

DIES NATALIS FIS

PUBLIC ADMINISTRATION

Bapak Rektor UNY

Kamis, 30 Mei 2013

Pemilihan Raden Roro FIS 2013



Untuk pertama kalinya fakultas ilmu sosial mengadakan pemilihan Raden dan Roro. acara ini diikuti 6 finalis yang berasal dari masing-masing jurusan di fakultas ilmu sosial kecuali jurusan pknH yang belum dapat ikut berpartisipasi dalam acara ini. Para finalis unjuk kebolehannya untuk menjadi yang terbaik. Selain penampilan dari para finalis, acara ini juga di meriahkan oleh penampilan perwakilan dari masing-masing ormawa. Penampilan mereka di dominasi dengan akustik.
Acara dilaksanakan pada tanggal 20 mei 2013 dimulai dari dari pukul 13.00-17.00. Rangkaian acara berjalan lancar. Pemilihan raden dan roro fis 2013 terdiri dari 4 tahapan lomba yaitu catwalk, deskripsi busana, pertanyaan tentang pengetahuan umum, voting penonton dan aksi amal. Terdapat 3 dewan juri dalam acara ini yaitu ibu tiwi (dosen FIS UNY), Riska Dora (mahasiswi teknik busana UNY), dan Amelia christiawan (model).
Setelah semua rangkaian acara dilaksanakan tiba saatnya pengumuman hasil penilaian dari dewan juri juga audience. Pasangan terbaik di sandang oleh pasangan dari Ilmu Administrasi Negara yaitu Lintang Wisnu Bawono dan Dewi Putri Isnaeni, dan pasangan terfavorit disandang oleh jurusan pendidikan sejarah yaitu syarifa nafisyah dan richas.
Dengan berhasilnya IAN dalam acara pemilihan Raden dan Roro FIS 2013 diharapan dapat membangkitkan semangat untuk lebih berprestasi dalam lingkungan fakultas, universitas, nasional serta internasional.


Minggu, 05 Mei 2013

ARTI PERSAHABATAN



Mencoba memaknainya saat di Panti Asuhan An-Nur Bantul
Oleh M. Rabi’e*

Minggu, 5 Mei 2013, keluarga Ilmu Administrasi Negara (IAN) UNY 2012 berbagi 'rasa kasih' di sebuah Panti Asuhan. Lokasi tepat di Dusun Bantulkarang, Kelurahan Ringinharjo, Kec. Bantul, Kab. Bantul. Kegiatan ini diakomodir secara bersama-sama antara kelas A dan B. Tidak hanya berbagi kasih sayang, sejumlah temen-temen juga rela menyisikan barangnya untuk disumbangkan, disamping uang iuran 10.000; yang memang dipatok.

Temen-temen yang ikut kurang lebih 40 orang yang terdiri dari kelas A dan B. Dari sekian banyak itu, tidak keseluruhan membawa motor--termasuk saya. Segelintir orang itu dibonceng oleh temennya yang membawa motor. Ada yang saya salut dari perkataan Hardian Wahyu Widianto, "Bagi yang membawa motor, tolong selagi masih ada yang bisa diboncenge untuk menitip motornya guna hemat BBM". Saya memaknainya lebih dari itu, yaitu sebuah srategi metafor untuk mengikat kekeluargaan kita (IAN UNY 2012). Kira-kira seperti itu Hardian.

Unordered List



Support