Kamis, 31 Oktober 2013

Pensigara


Pensigara. Kamis, 24 Oktober 2013 dibelakang layar, ku duduk termenung memandangi sesorang. Di hiasi lampu-lampu sinar panggung kala itu acara musik menemani kami panitia pensigara. Yah, sebuah pensi yang kami rencanakan sudah lama. Pensi yang akhirnya dapat menemani satu malam bersama kawan, teman, dan sahabat. Kala itu pensi dimulai dari sore hari, akan tetapi kami semua lebih dahulu mempersiapkan acara tersebut dari pagi. Penuh lelah, peluh keringat menghiasi mereka panitia pensigara. Di sudut tempat belakang panggung, seorang pemuda duduk termenung dengan kerigat derasnya. Pandangannya jauh menembus kerumunan penonton pensigara, ia menemukan sosok gadis yang selama ini selalu menggetarkan hatinya. Pensigara itu akhirnya menemukan dua cinta yang terpendam. Di temani suara gemuruh musik, pemuda ini terdiam melihat sesosok gadis  di pintu depan panggug. Dengan senyum yang manis hingga tetes terakhir, ia merasa bahagia karena ia menjadi panitia serta dapat betemu dengan gadis yang ia cintai. Seketika pemuda beranjak disertai deruan musik romantis yang mengalun kala itu, pemuda ini melangkah mendekati sang gadis, langkahnya tegas dan pasti. Sang gadis melontarkan senyuman menandakan hatinya sedang terbang mengangkasa, terlihat jelas raut wajah gadis ini menggambarkan beribu suasana hatinya. Mereka berdua bercengkrama, seakan suasana pensigara waktu itu mengikuti alur dari dua hati yang memanas ini. Alunan musik, cahaya lampu, suasana hening dan hentakan acara, serta deruan penonton menjadi hiasan pertemuan dua sejoli ini. Pensigara membuat kisah cinta mereka bagai roman indah atau bahkan sebuah drama percintaan remaja.
Kulempar pandanganku dari dua hati yang bercampur emosi ini, kucoba menghayati acara pensigara yang kami susun dengan segala jerih payah kami. Cukup mencengangkan, membanggakan, mendebarkan, sebuah acara pentas seni yang menampilkan segala kreatifitas mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Negeri Yogyakarta. Musik, drama, tari, puisi, bahkan kreatifitas seperti sulap melengkapi kemeriahan acara hari ini. Seakan penonton pensigara disuguhi pertunjukan yang meriah tiada hentinya, bahkan tak ada sela untuk merasakan bosan di acara pensigara kali ini. Acara demi acara dapat kami suguhkan dengan sangat menarik, sempurna, dan semeriah mungkin. Pensigara kami suguhkan jadi dua sesi, sesi pertama kami mulai dari pukul 15.00 sore dengan acara formal untuk internal mahasiswa Ilmu Administrasi Negara serta para tamu undangan dan kemudian  disusul sesi kedua suguhan acara untuk umum dimulai pada pukul 18.00.
Suguhan acara pensigara di sesi pertama kami tawarkan sebuah lagu melalui melodi sigara sebagai pra acara sebelum sambutan-sambutan dari panitia dan dosen sigara. Kemudian disusul hentakan dua buah lagu oleh melodi sigara, alunan musik jazz alternatif yang sangat menyentuh. Kemudian kami menyuguhkan beberapa trik sulap dari seorang mahasiswa sigara yang membuat suasana mencengangkan. Tiba-tiba suasana hening menyusul dari karya mahasiswa yang menampilkan tarian tradisional, seakan penonton dibawa terbang memahami betapa indahnya betapa kayanya Negeri kami. Tak sampai disitu, diujung kekaguman para penonton oleh harmonisasi tarian dengan musik tradisional panitia menawarkan berbagai games dan membagi-bagikan hadiah menarik. Pensigara begitu meriah dengan hadirnya band-band dari sahabat kami, performa dilogi band semarak menghentak hati penonton serta Beat-box yang menyuguhkan seni olah suara mengiringi lagu-lagu menyejukkan rohani. Acara kemudian disusul dengan hadirnya dua buah lagu oleh shaggy band, lagi-lagi dari mahasiswa sigara yang kemudian menutup sesi pertama yang bersifat formal.
Di sesi kedua suguhan acara demi acara kami suguhkan lebih bebas dan menunjukkan sifat emosional mahasiswa yang kreatif dan autis, hehe. Pada awal, diisi oleh bujangganong Reog lagi-lagi penonton mengangkasa diatas indahnya nusantara. Acara kami lanjutkan dengan persembahan sebuah mahakarya drama, oleh teater sigara yang membawakan drama berjudul “Universitas Orang-Orang Mati”. Sebuah karya cemerlang yang mencampurkan unsur humor dan kritis kehidupan mahasiswa. Sekali lagi shaggy band hadir dengan dua lagu memecah suasana imajinasi kami yang terbang oleh drama teater sigara. Setelah itu, acara pensigara disuguhi sebuah penampilan band kondang, band tamu dari Sastromoeni dan Apollo10 yang merupakan acara puncak pensigara kami. Tiada kata yang bisa kugambarkan betapa meriahnya acara puncak ini, kemeriahannya melebihi konser tunggal band-band legendaris dunia, seperti queen, metalica, kiss, guns n rosess, sqorpion bahkan micael Jackson sekalipun. Sudah tergambarkan betapa meriahnya bukan, bagi anda yang tidak berkesempatan menonton waktu itu sudah bisa membayangkan penyesalannya kan?
Bagai seorang penggembara menemukan mata air ditengah-tengah padang pasir, bagai seorang pecandu sakau yang menemukan gudang marijuana, bagai jomblo yang tiba-tiba menjadi idaman yang dinanti-nanti, sedikit penggambaran acara pensigara yang datang ditengah-tengah hiruk pikuk kesibukan mahasiswa. Yah ini lah karya kami, sebuah acara sederhana yang mengangkat seni untuk menjadi hiburan. Dari mahasiswa oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa. Kami, mahasiswa yang tak akan pernah berhenti berkarya. Bravo! Bravo! Bravo! Bravo Sigara!!!.
Sepenggal gambaran oleh Farid Nabawi dan Admiral Amsyahdi Ilmu Administrasi Negara 2012

0 komentar:

Posting Komentar