Selasa, 11 November 2014

Kunjungan Akademik Hima IAN UNY Ke Pemprov DKI Jakarta dan KPK RI


Foto bersama Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) di Ruang Auditorium Pemprov DKI Jakarta

Kamis-Minggu (6-9/11) Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (Hima IAN) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) mengadakan kunjungan akademik “Invist Sigara” ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ada 80 mahasiwa Ilmu Administrasi Negara (IAN) dan Ilmu Komunikasi (Ilkom) UNY dengan didampingi dua dosen yang ikut berpartisipasi dalam kunjungan ini.

Kamis sore sekitar pukul 14.30 sesuai jadwal yang diagendakan panitia, rombongan berangkat dari taman Rektorat UNY menuju Jakarta menggunakan dua bus. Suasana pada sore hari itu sangat cerah sehingga sangat mendukung kawan-kawan dalam perjalanan. Pukul 18.00 rombongan sampai di Rumah Makan Sari Bahari Kebumen untuk istirahat, sholat, dan makan. Perjalanan dilanjutkan pukul 19.30 dan Jum’at sekitar pukul 04.30 rombongan tiba di Masjid AT-TIN TMII Jakarta Timur untuk persiapan segala kebutuhan pribadi menuju Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Setelah semua rombongan sudah siap dan segar kembali yang sebelumnya menempuh perjalanan yang melelahkan selama 14 jam, selanjutnya berangkat menuju Pemprov DKI Jakarta. Walaupun dihadapkan dengan macetnya kota Jakarta, namun rombongan tiba disana tepat waktu sesuai yang dijadwalkan sekitar pukul 08.30. Sesampainya disana, rombongan disambut dengan hangat oleh para Pegawai dan Pejabat Pemprov DKI Jakarta menuju Auditorium. Dalam kesempatan tersebut, peserta kunjungan mengikuti beberapa rangkaian acara seperti ramah tamah, sambutan, dan pemaparan tentang DKI Jakarta dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang disampaikan oleh Drs. Noor Syamsu Hidayat, M.M selaku Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta.

Latar belakang dari BPTSP yaitu dalam rangka mewujudkan visi misi Provinsi DKI Jakarta 2013-2017 yakni membangun pemerintahan yang bersih dan transparan serta berorientasi pada pelayanan publik. Kemudian BPTSP diharapkan menjadi suatu lembaga percontohan (icon) bagi pelayanan publik. Syamsu menjelaskan bahwa tujuan dari Pelayanan Terpadu Satu Atap yakni untuk memangkas birokrasi dalam aspek pelayanan publik. “PTSP di DKI ini sebuah lembaga yang memang dibentuk untuk memangkas birokrasi dalam aspek pelayanan publik, yang dahulunya PTSA (Pelayanan Terpadu Satu Atap) dirubah menjadi PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu)”

Akhir dari penjelasan, Syamsu mengatakan bahwa “Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, mengubah organisasi, bukan sekedar pintar tetapi harus mempunyai integritas, memahami prosedur mekanisme layanan dan sikap perilaku untuk melayani bukan untuk dilayani“ tegas Syamsu. Dialog kecil ini berakhir dengan pemberian kenang-kenangan oleh panitia Invist Sigara dan dari Pemprov sekaligus menutup perjumpaan rombongan Invist Sigara dan Pemprov DKI Jakarta kali ini.

Perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Istiqlal untuk menjalankan ibadah Sholat Jum’at dan kemudian berlanjut ke Komisi Pemperantasan Korupsi (KPK). Bertempat di Auditorium KPK, disana rombongan diberikan pengetahuan tentang pendidikan antikorupsi, sosialisasi, dan pencegahan korupsi. Materi disampaikan oleh Mohammad Jhanathan sebagai Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat di KPK. “Ada 30 jenis korupsi, 28 merupakan jenis korupsi dilihat dari perilaku, salah satunya yaitu Gratifikasi. Meskipun pangkatnya tinggi dan pendidikan tinggi gratifikasi masih sering terjadi di pejabat pemerintahan” tutur Jhana.

“Basmi korupsi bersama KPK dengan cara hindari pemerasan, suap, perbuatan curang, gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan lain-lain. Melanggar lalu lintas dan menyontek merupakan delik korupsi maka hindari perbuatan tersebut! Penegakan nilai-nilai integritas dengan evaluasi pekerjaan setiap hari” tambah Jhana.

Setelah seharian penuh peserta kunjungan ke Pemprov dan KPK dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan dan ilmu tambahan untuk perkuliahan, lanjut ke studio syuting Trans7. Disana para rombongan menjadi penenonton menikmati acara ASAL (Asli atau Palsu) yang dibawakan oleh Gilang dengan bintang tamu Siti Badriah dan Mpok Atiek. Penonton tertawa riang gembira melihat banyolan dari Nunung, Kinoy, Omas, dan Mpok Atiek. Ditutup oleh Siti Badriah menyanyikan lagu “Berondong Tua” penonton berdendang menikmati irama lagunya.

Malam menunjukkan pukul 21.30 saatnya beristirahat dan menginap di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur untuk beristihat dan Sabtu pagi rombongan berwisata ke Bandung menuju Kebun Stroberi Cikole Lembang dan Cihampelas Walk berbelanja pernak-pernik khas Bandung. Walaupun Bandung dilanda hujan namun para rombongan tetap menikmati suasana Bandung yang dingin dan menyejukkan. Sekitar pukul 17.00 selesai jalan-jalan ke Bandung maka tiba saatnya Invist Sigara kembali pulang menuju Yogyakarta. Ditengah perjalanan tak lupa untuk membeli oleh-oleh khas Jawa Barat seperti Peuyeum, Moci, Dodol, dan yang lainnya. Dalam perjalanan rombongan tidur lelap, dan Minggu pagi sekitar pukul 8.00 sampai di Rektorat UNY dengan selamat.

Invist Sigara ini diharapkan dapat menambah referensi keilmuan dan pengetahuan mahasiswa dalam mendesain dan mengembangkan ilmu pemerintahan selain itu juga sebagai praktek langsung dan mengamati tata cara pemerintahan yang baik atau birokrasi dalam suatu institusi.Selain itu yaitu untuk meningkatkan rasa kekeluargaan seluruh keluarga Ilmu Administrasi Negara baik dosen maupun mahasiswa. (tsani)

0 komentar:

Posting Komentar