Senin, 20 April 2015

Makna Kesejahteraan Versi Kapitalisme Tua

(Rabu, 15 April 2015) Hasil diskusi Forbi (forum kebijakan) HIMA IAN feat HMPG dan DIPSOS.

Bagi masyarakat di daerah kendeng, Pati Jawa tengah kesejahteraan dimaknai secara sangat sederhana. Bagi warga masyarakat disana bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari hari dan memberi sedikit uang saku kepada anak cucu dari jeri payah mereka mengolah sawah mereka sudah merupakan bagian dari kata sejahtera. Sebagian  besar masayarakat kendeng memang bermata pencaharian sebagai petani. Hal tersebut di dukung oleh letak geografis wilayah tersebut yang berada di bawah kaki pegunungan kendeng yang merupakan pegunungan kars.

Bagi msayarakat awam, pagunungan kars seolah tampak sebagai pegunungan gersang yang sedikit manfaatnya. Namun sebenarnya didalam pegunungan kars (kendeng)  tersebut tersimpan 300 mata air dan 4 sungai bawah tanah. Mata air dan ungai itulah yang mengairi petak-petak sawah milik warga di sekitar daerah pegunungan.

Awalnya kehidupan warga di Kendeng baik-baik saja bak kehidupan guyup rukun yang biasanya menjadi ciri khas warga pedesaan. Mereka bertani, beternak sapi, hidup rukun, gotong royong dan saling mengasihi satu sama lain. Begitulah hidup sejahtera menurut mereka. Namun semua seakan berubah setelah datangnya izin kepada PT. Semen Indonesia Tbk. untuk menambang Pegunungan Kendeng. PT. Semen Indonesia Tbk. menjanjikan kesejahteraan dengan gaya yang berbeda. Masyarakat akan lebih sejahtera ketika mereka mau mendukung penambangan pegunungan kendeng oleh PT. Semen Indonesia Tbk. karena apa ? PT. Semen Indonesia Tbk.merupakan salah satu BUMN yang cukup besar dan ternama. Kehadiran PT. Semen Indonesia Tbk. di daerah kendeng ini tentunya bisa memajukan desa ini, warga tidak harus repot-repot bercocok tanam, berpanas-panas terik seperti ketika ia bertani. Ketika warga mendukung keberadaan PT. Semen Indonesia Tbk. apa yang diinginkan warga akan di penuhi oleh PT. Semen Indonesia Tbk. mau uang berapa, fasilitas apa, akan dipenuhi oleh PT. Semen Indonesia Tbk. sesederhana itu sejahtera menurut para kapitalisme ini.

Namun, ternyata tidak semua warga di desa kendeng ini menyukai hal-hal yang instan. Ada beberapa yang membelot, menolak keberadaan PT. Semen Indonesia Tbk karena mereka sadar akan potensi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan jika PT. Semen Indonesia Tbk. benar-benar diizinkan menambang di kawasan mereka. Mereka memikirkan bagaiaman masa depan anak cucu dan cicit mereka. Beragam upaya dilakukan oleh warga kendeng. Dari mulai perjuangan fisik, hukum, maupun politik. Namun kesemuanya belum menemukan titik teranng.

Mereka yang mendukung akan didukung oleh fasilitas-fasilitas yang katanya akan mensejahterakan mereka. Sedangkan yang membelot akan diintimidasi sedemikian rupa. Begitulah potret bias pengertian sejahtera versi masyarakat kendeng dan sejahtera versi kapitalisme (PT. Semen Indonesia Tbk.).

0 komentar:

Posting Komentar