Kamis, 01 Oktober 2015

“Melemahnya Nilai Rupiah dan Perekonomian Indonesia”

            Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar merupakan berita yang beberapa hari ini sedang hangat menghiasi opini publik dewasa ini. Jumat, 18 Sept 2015 nilai tukar rupiah mencapai angka Rp. 14.459 . Menurunnya nilai tukar terhadap dolar ini sebenarnya bukan hanya melanda Indonesia saja, banyak negara yang juga mengalami fenomena serupa, terutama negara-negara berkembang. Sebenarnya faktor apa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai rupiah dalam beberapa waktu ini. Pada dasarnya ada dua faktor yang menyebabkan turunnya nilai tukar rupiah, dilihat dari faktor internal maupun faktir eksternal. Dari kaca ekternal dikarenakan adanya kebijakan The Fed (bank sentral Amerika Serikat) dalam rangka mengurangi Quantitative Easing (QE). Rencana ini akan terus berlangsung sepanjang tahun fiskal 2014 dalam rangka menjalankan program ekonomi Obama dan penyelamatan ekonomi AS. Arti dari QE ini adalah program Bank sentral AS adalah kecenderungan akan terus mencetak uang dolar AS dalam rangka membeli obligasi atau aset-aset keuangan lainnya dari bank dan lembaga keuangan di AS. Program ini bertujuan menyuntikkan uang ke intermediaries financial (Bank) di AS dalam rangka pemulihan ekonomi AS yang terpapar krisis setidaknya sejak 5 (lima) tahun silam. Sedangkan factor internal yang menyebabkan tingginya penawaran dan rendahnya permintaan atas Rupiah, adalah neraca perdagangan Indonesia yang defisit, ekspor lebih kecil daripada impor. Defisit neraca perdagangan Indonesia selama 2014 diperkirakan penulis akan tetap besar pada sektor non migas, sedangkan sektor migas dan komoditas unggulan seperti CPO misalnya tetap memberikan nilai surplus.Mengapa terjadi demikian ?, karena pengusaha kita telah membuat kontrak yang besar di tahun 2014 ini terhadap impor raw material (khususnya terhadap China) yang akan digunakan guna kebutuhan di dalam negeri. Akar masalah inilah yang menjadikan Rupiah lemah, karena highly dependent on import, seharusnya merubah kultur menjadi bangsa unggul, bangsa swasembada di segala bidang. Yang menjadi inti dari diskusi kali ini adalah “jika dollar naik lantas mengapa”. Apa yang dipermasalahkan jika Dollar naik, apa yang berubah dari kehidupan perekonomian Indonesia. Jika dilihat secara kasat mata tidak ada yang berubah, barang-barang branded masih diminati masyarakat. Iphone juga masih menjadi incaran. Lantas mengapa kalau dollar naik dan rupiah menurun ? Efek dari penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar sebenarnya tidak akan dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar kaya dan yang benar-benar miskin. Mengapa? Karena masyarakat dengan ekonomi diatas tidak akan memperdulikan berapa rupiah yang mereka keluarkan, mereka hanya memikirkan kecukupan mereka tidak peduli berapa rupiah yang harus dikeluarkan. Sedangkan orang-orang dengan ekonomi dibawah tidak akan pernah peduli dengan dolar, karena bagi mereka sudah bisa makan saja sudah cukup. Naiknya Dollar terhadap rupiah tentunnya akan mempengaruhi proses produksi di Indonesia. Seperti yang kita telah tau bahwa meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alamnya, namun ada beberapa bahan produksi yang harus di import dari luar negeri. Dan harus menggunakan kurs dollar. Jika dollar naik maka Indonesia pun akan mengalami penurunan produksi. Efek domino jika produksi menurun adalah, penurunan tingkat konsumsi masyarakat, PHK, dan ujung-ujungnya adalah pengangguran. Itulah intinya. So .. apa yang bisa kita lakukan atau usahakan ? dengan Memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dollar dengan mendorong ekspor dan keringanan pajak kepada industri tertentu, Menjaga daya beli. Pemerintah berkoodinasi dengan BI untuk menjaga gejolak harga dan inflasi, Mempercepat investasi, mungkin itu rekomendasi yang bisa kami berikan kepada pemerintah selaku pemangku kebijakan utama. Dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya adalah, “tetap cintai produk dalam negeri“ dengan mencintai produk dalam negeri kita akan meringankan beban ketergantungan kita terhadap dollar. Biarkan dollar yang ketergantungan dengan rupiah. Merdeka !! #forbi #himasigara #diskusi #dollar #rupiah Diskusi publik #5 HIMA SIGARA Jumat, 18 Sept 2015 yang dibersamai oleh Ahmad Humaidi.(Adhi)

0 komentar:

Posting Komentar