Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Pengurus HMAP UNY 2019

Kabinet Inisiator

Keseruan LTF (Leadership Training and Familiarity) AP UNY

PLAN 2019

PUBLIC ADMINISTRATION

SEMINAR NASIONAL

Senin, 21 November 2016

PENSIGARA 2016

          Himpunan  Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNY kembali mengadakan kegiatan untuk mendukung pengembangan potensi  non-akademik  mahasiswa ilmu administrasi negara. Pensigara (pentas seni himpunan mahasiswa ilmu administrasi negara) begitulah sebutan perhelatan akbar yang bertujuan untuk menyalurkan minat dan bakat seni mahasiswa ilmu administrasi negara. Acara yang berlangsung pada 15 november 2016 lalu menampilkan tari tradisional, band-band dari mahasiswa ilmu administrasi negara serta menghadirkan festivalist,band lokal dari Yogyakarta sebagai bintang tamu pada  puncak acara. 
       Perhelatan yang berlangsung di Auditorium UNY tersebut berlangsung begitu meriah dihadiri 1000 penonton yang memadati sejak pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Beni Putro Prayugo selaku ketua pelaksana merasa senang melihat antusiasme mahasiswa ilmu administrasi negara dalam menampilkan kemampuan seni mereka, serta antusiasme pihak luar yang juga turut memeriahkan acara tersebut. Beni mengungkapkan semoga dengan adanya pensigara dapat memotivasi mahasiswa ilmu administrasi negara untuk terus mengembangkan bakat seni yang mereka miliki. (BI)


Sabtu, 12 November 2016

Bazzar "Where's The Food" 2016

        Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara pada hari Senin (7/11) menggelar  Bazzar yang bertajuk "Where's The Food". Tema tersebut tidak lain merujuk pada bazzar makanan yang digelar selama dua hari dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. 
Acara bazzar tersebut dimulai dengan sambutan dari Anggraita Nindya selaku Ketua Panitia, Syamsul Arifin selaku Ketua Himasigara, dan Ibu Kurnia Fitriana, MPA selaku dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara.
Selama acara berlangsung, bazzar makanan tersebut diikuti oleh beberapa peserta yakni berjumlah 26 stand.
          Pada hari kedua berlangsungnya acara, terdapat lomba makan untuk menarik antusias dari berbagai kalangan, terutama dari mereka yang memiliki hobi kuliner.  Lomba makan tersebut diikuti oleh 20 peserta yang kemudian dimenangkan oleh salah seorang mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran setelah melalui dua babak perlombaan. 
           Sementara itu, Anggraita Nindya selaku Ketua memaparkan bahwa tujuan acara bazzar "Where's The Food" tersebut yakni  adalah mewadahi para mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi pada khususnya dan semua kalangan pada umumnya untuk meningkatkan minatnya dalam  berwirausaha. Untuk selanjutnya, Anggi berharap bahwa agar acara bazzar tersebut pada tahun-tahun selanjutnya mampu lebih baik dan meriah lagi serta mampu lebih banyak untuk menarik antusiasme mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara dalam berwirausaha. 

Rabu, 26 Oktober 2016

Temu Administrator Muda Indonesia 2016

       Temu Administrator Muda Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Temu ADMI merupakan pertemuan mahasiswa Administrasi Negara/Administrasi Publik yang dilaksanakan setiap tahun di Universitas berbeda setiap tahunnya. Pelaksanaan Temu ADMI  bertujuan sebagai forum ilmiah mahasiswa Administrasi Negara/Administrasi Publik Indonesia dengan didasari asas kekeluargaan dalam pelaksanaannya. 
       Temu ADMI pertama kali digagas pada tahun 2004 di Universitas Padjajaran Bandung. Sebelumnya, mahasiswa Administrasi Negara/Administrasi Publik terhimpun dalam PERMADI (Persatuan Mahasiswa Administrasi Indonesia) yang kemudian menjadi PENASMA (Pertemuan Nasional Mahasiswa Administrasi). Dalam pelaksanaan Temu ADMI, setiap Universitas yang berpartisipasi dibagi kedalam 3 kelompok diskusi (diskusi cluster) dengan masing-masing sub-tema dari tema utama yang telah disepakati dalam Sidang Temu Admi tahun sebelumnya. Selain diskusi cluster dan sidang Temu ADMI, terdapat pula Public Hearing yang merupakan agenda penyampaian hasil diskusi cluster oleh masing-masing koordinator cluster.
       Pada tahun 2016 ini, Temu ADMI dilaksanakan kembali di Universitas Padjajaran Bandung dengan tema “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Baik melalui Reformasi Birokrasi” yang disepakati pada Temu ADMI 2015 di Universitas Diponegoro. Acara Temu ADMI kali ini dilaksanakan pada tanggal 24-28 Oktober 2016.  
       Universitas Negeri Yogyakarta mengirimkan 5 mahasiswa sebagai perwakilan. Mahasiswa tersebut adalah Syamsul Arifin, Aditya Krisna Bayu, Avi Anasiya, Annisa Rachmi Sefriati, dan Berliana Indrawati. Mereka adalah mahasiswa aktif di Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. 










Minggu, 23 Oktober 2016

HEARING "POLEMIK AGRARIA DI INDONESIA"

            Pada hari jumat tanggal 21 Oktober 2016, BSO FORBI (Forum Studi dan Kebijakan) Hima Sigara mengadakan acara hearing yang bertemakan “Polemik Agraria di Indonesia” dan bertempat di Badan Pertanahan Nasional DIY dengan perwakilan stake holder Bapak Suwadi, S.H., M.H., selaku Kepala Bidang Hukum Tanah dan Pendaftaran Tanah. Hearing  merupakan follow up dari kegiatan diskusi publik dan hasil dari kegiatan tersebut akan disampaikan kepada pihak instansi pemerintahan. Sesampainya disana, mahasiswa Ilmu Administrasi menyampaikan pendapatnya terkait polemik agraria di Indonesia khususnya di Yogyakarta, yaitu pro kontra pembangunan bandara di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi bandara Adisucipto yang tidak dapat menunjang kenyamanan para penumpang dikarenakan kapasitas yang telah penuh sehingga sering terjadi delay yang merugikan waktu para penumpang. Namun, dibalik pembangunan bandara tersebut menimbulkan pro dan kontra. Pihak kontra yaitu masyarakat merasa dirugikan dikarenakan lahan yang akan dibangun untuk bandara adalah sebagian daerah pertanian sehingga buruh tani akan kehilangan pekerjaannya. Menurut Bapak Suwadi, pihak pemerintah telah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kulon Progo terkait pembangunan bandara, pada mulanya banyak masyarakat yang merasa dirugikan namun setelah adanya sosialisasi yang berkelanjutan, berangsur-angsur masyarakat menyetujui mega proyek tersebut dan hingga saat ini total penggantian dana kepada masyarakat sudah 50%. Pemerintah memilih pembangunan bandara dilakukan di Kulon Progo karena telah dilakukan berbagai penelitian dari segi geografis dan pariwisata. Kulon Progo merupakan tempat yang lebih tepat untuk dibangun bandara daripada Gunung Kidul yang dinilai akan menambah kemacetan saat hari-hari libur. Ini merupakan langkah konkrit dari pemerintah untuk meningkatkan industri pariwisata Kabupaten Kulon Progo.
         Pesan dari Bapak Suwadi, sebagai seorang mahasiswa lakukanlah penelitian dengan cermat sehingga data yang diperoleh valid dan semangat selalu mengejar cita-citamu.


Jumat, 21 Oktober 2016

KELUARGA MAHASISWA ILMU ADMINITRASI NEGARA (KAMAGARA) DIY


           Mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Negara/Manajemen dan Kebijakan Publik se-Jogja pada tahun 2016 sepakat untuk menyatukan visi dan misi bersama. Melalui forum yang kemudian diberi nama Keluarga Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (Kamagara) DIY tersebut, forum pun juga sepakat mengadakan Musyawarah Besar (Mubes) Kamagara DIY pada tanggal 1 Oktober 2016 dan bertempat di Universitas Widya Mataram Yogyakarta yang dimulai pada pukul 10.00 WIB-22.30 WIB. Dalam musyawarah tersebut dihadiri oleh 5 orang delegasi dan beberapa peserta dari setiap universitas yang ada di DIY, yakni UNY, UGM, Universitas Widya Mataram, dan Universitas Proklamasi 45. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tiga agenda penting yang kemudian dibagi ke dalam tiga panel sidang untuk menyatukan visi dan misi mahasiswa Ilmu Administrasi Negara/Manajemen dan Kebijakan Publik. Tiga agenda tersebut yakni mengenai Tata Tertib, Aturan Dasar/Aturan Rumah Tangga (AD/ART), dan pemilihan Ketua Umum Kamagara DIY periode 2016/2017. Setelah dua panel berjalan dengan baik dan lancar, kemudian disahkanlah Tata Tertib dan AD/ART Kamagara DIY tahun 2016. Untuk panel yang selanjutnya yakni pemilihan Ketua Umum Kamagara DIY. Setelah melalui proses pemilahan bakal calon dari setiap universitas, kemudian dilakukanlah uji publik kepada bakal calon ketua umum tersebut. Setelah melalui proses tersebut, kemudian terpilihlah Mohammad Condro Kartiko Buwono (UNY) sebagai Ketua Umum Kamagara DIY periode 2016-2017.







LTF 2016


Sudah sewajarnya apabila adanya Ospek Jurusan terselenggara setiap tahunnya dimana bertujuan untuk membentuk orientasi awal perkuliahan dan mengenalkan kepada mahasiswa baru mengenai seluk beluk dunia perkuliahan yang sesungguhnya. Namun, bagaimana dengan interaksi antara mahasiswa baru yang satu dengan yang lainnya? Dengan latarbelakang inilah yang kemudian menginisiasi HIMASIGARA untuk menyelenggarakan Leadership Training and Familirity (LTF) 2016. Acara ini tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang baik diantara mahasiswa baru Jurusan IAN. Tidak hanya itu, LTF juga dapat menjalin interaksi, komunikasi, dan tentunya keakraban di antara mereka,

Acara yang dilaksanakan selama dua hari satu malam pada tanggal 10-11 September 2016 tersebut bertempat di Wisma PU Pasanggrahan Kaliurang. Terbagi menjadi delapan gugus, para mahasiswa sangat antusias di dalam kegiatan tersebut. Kegiatan dimulai dengan pemberian materi penelitian oleh Dosen IAN dan sekaligus membuka acara serta pelepasan. Setelah itu, games pun tetap selalu mengiringi berjalannya acara. Kemudian acara dilanjutkan dengan perkenalan panitia dan pengurus HIMASIGARA. Pada sore hari dilanjutkan dengan tracking. Selanjutnya pada malam hari dilanjutkan dengan pentas seni dan tidur malam. 

Pada hari selanjutnya dibuka dengan senam pagi dan sarapan yang dilanjutkan dengan presentasi hasil observasi singkat selama tracking pada hari pertama yang dilakukan oleh mahasiswa baru. Hasil observasi singkat tersebut kemudian dituangkan ke dalam media presentasi yang lebih mudah dipahami. Dengan bermodalkan spidol dan kertas manila putih, kelompok observasi singkat yang telah diacak dari gugus sebelumnya tersebut satu persatu memaparkan presentasi mereka dengan juri oleh Bapak Pandhu Yuanjaya, MPA selaku dosen IAN.  Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sharing bersama DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) yang diisi dengan diskusi materi ataupun isu yang sedang hangat diperbincangkan oleh kalangan masyarakat sekitar maupun Indonesia. 

Ari Fadli Putra selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa LTF pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, kami menyelipkan konsep peneliti muda pada acara tersebut sehingga kami mengharapkan bahwa pada tahun-tahun berikutnya, mahasiswa baru yang notabennya dapat memajukan Jurusan Ilmu Administrasi Negara dengan karya-karya tulis yang ditulis terus-menerus ke depannya. Diharapkan pula dengan acara tersebut, mahasiswa baru Jurusan IAN dapat meningkatkan rasa solidaritas antar sesama mahasiswa baru ataupun civitas akademika lain di Jurusan Ilmu Adminitrasi Negara. Bravosigara! 

OSPEK JURUSAN ILMU ADMINSTRASI NEGARA








           Awal tahun perkuliahan memang sudah lazimnya terselenggara OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus)di setiap universitas di seluruh pelosok nusantara dengan bertujuan untuk membentuk orientasi awal dan mengenalkan kampus serta dunia perkuliahannya pada mahasiswa baru. Tak terkecuali dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Pada tahun 2016 ini, setiap fakultas dan masing-masing jurusan di UNY siap mengantarkan mahasiswa barunya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. 

  Seperti halnya Jurusan Ilmu Adminitrasi Negara, pada tahun 2016 kembali melaksanakan OSPEK Jurusan seperti tahun-tahun sebelumnya. OSPEK Jurusan Ilmu Adminitrasi Negara diselenggarakan pada hari ke-empat dari OSPEK Universitas, yakni pada tanggal 25 Agustus dengan tema “Membentuk Administrator Muda yang Berbudaya Sebagai Wujud Gerakan Mahasiswa Emas Indonesia”. Bertempat di Taman Pancasila Universitas Negeri Yogyakarta , OSPEK Jurusan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh 87 orang dari 90 mahasiswa baru Jurusan Ilmu Administrasi Negara 2016.

Konsep acara ospek pada tahun 2016 ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pada awal acara, mahasiswa baru diajak untuk jalan-jalan mengitari kampus FIS dan kelas yang akan digunakan untuk pembelajaran. Selanjutnya yaitu sambutan oleh ketua Ospek Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Sashia Forenzka kemudian ketua HIMA IAN, Syamsul Arifin dan yang terakhir yakni oleh Kajur IAN Bapak Drs. Argo Pambudi, M.Si sekaligus untuk membuka acara. Setelah pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan dosen dan dilanjutkan dengan sharing bersama DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) dan KAMNIGARA (Keluarga Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara). Acara dilanjutkan dengan games dan diskusi bersama satu gugus yang membahas tentang isu-isu yang sedang hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Acara yang paling terakhir yakni MABA AWARD dimana mahasiswa yang aktif dan tergolong ke dalam nominasi dan gugus pemenang game kemudian diberikan hadiah. Lalu setelah itu, ditutup oleh MC. Namun, sebelum ditutup, acara masih berlanjut dengan video persembahan dari panitia kepada mahasiswa baru.

Menurut ketua pelaksana, Sashia Forenzka Maydiena, dengan adanya Ospek Jurusan pada tahun ini dapat mengantarkan para mahasiswa baru Jurusan Ilmu Administrasi Negara menuju dunia perkuliahan yang sangat jauh berbeda dari atmosfir dunia sekolah. Sementara itu, menurut Syamsul Arifin selaku ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara dengan adanya Ospek Jurusan tersebut mahasiswa baru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat pada dunia perkuliahan salah satunya yakni melalui Ospek Jurusan. Melalui ospek pula, mahasiswa baru belajar untuk mampu berfikir kreatif, solutif, dan inovatif di dalam menghadapi segala sesuatu. Wahyu Purnama Sidik selaku mahasiswa baru juga sangat merasa senang dengan adanya Ospek Jurusan tersebut. Menurutnya, dengan adanya Ospek, semua civitas akademika Jurusan Ilmu Administrasi Negara dapat mengenal lebih baik satu sama lain dan mampu menjalin hubungan yang bersinergi untuk ke depannya mampu dicapai tujuan ataupun visi dan misi dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara sendiri
.
Selamat datang mahasiswa baru Jurusan Ilmu Administrasi Negara 2016! Bravo Sigara!

Rabu, 05 Oktober 2016

Pengumuman 10 Finalis SIC

               Berikut adalah pengumuman lolos 10 besar Lomba Esai Tingkat Nasional SigaraIn Competition 2016 dengan tema "Inovasi Daerah dalam Memperkuat Open Government pada Tata Pemerintahan Indonesia" silahkan cek di dalam link berikut: Pengumuman Finalis SIC

Ketentuan lengkap bagi finalis dapat diunduh dalam link berikut:
Teknis Presentasi
              Acara puncak SIC 2016 akan diadakan pada 12 Oktober 2016 di Ruang Ki Hajar Dewantara, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.
Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam acara SIC 2016. Sampai jumpa di SIC 2017!

Senin, 19 September 2016

SEMINAR NASIONAL 2016

๐Ÿ’กHimpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNY proudly presents :

๐Ÿ“ข SEMINAR NASIONAL ๐Ÿ“ข

Dengan tema "MENGAWAL OPEN GOVERNMENT DALAM MEWUJUDKAN GOOD LOCAL GOVERNANCE DI INDONESIA

๐Ÿ“Œ MENGHADIRKAN ๐Ÿ“Œ

1. Dr (HC). Ir. Tri Rismaharini, M.T. (Walikota Surabaya, Jawa Timur)*
2. Mayor Arh. (Purn.) H. Yoyok Riyo Sudibyo (Bupati Batang, Jawa Tengah)
3. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) (Bupati Kulon Progo, DIY)
4. Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., M.H. (Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM)*
5. Rama Zakaria, S.Hut., M.Si., M.Sc. (Manajer Suistanable Development PT. Tirta Investama, Klaten)
6. Avi Anasiya (Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara UNY)

*Sedang dalam konfirmasi

๐Ÿ—“ Kamis, 13 Oktober 2016
⏲ 07.30-selesai
๐Ÿ“Ruang Sidang Utama Rektorat UNY

๐ŸšฉFASILITAS ๐Ÿšฉ
๐Ÿ“’ SEMINAR KIT
๐Ÿฐ SNACK
๐Ÿฑ MAKAN SIANG
๐Ÿ“œ SERTIFIKAT

๐Ÿ“ PENDAFTARAN ๐Ÿ“
1. Datang langsung ke SEKRETARIAT HIMA SIGARA (GEDUNG PKM FIS UNY LT.2)
2. SMS dengan format :
SEMNAS2016_NAMA LENGKAP_NAMA INSTANSI (kirim ke 085641811920)

๐Ÿ’ฐHTM ๐Ÿ’ฐ
*D3/S1 :*
๐Ÿ’ต Presale 1 (s/d 17 September 2016) : 35.000
๐Ÿ’ต Presale 2 (18-30 September 2016) : 40.000
๐Ÿ’ต Presale 3 (1-12 Oktober 2016) : 50.000

*S2/UMUM :*
๐Ÿ’ต 50.000

*ON THE SPOT :*
๐Ÿ’ต 60.000

❗MASING-MASING PRESALE KUOTA TERBATAS ❗

๐Ÿ’ฐ PEMBAYARAN ๐Ÿ’ฐ
1. Dibayarkan langsung ke SEKRETARIAT HIMA SIGARA (GEDUNG PKM FIS UNY LT.2)
2. Transfer ke :
REKENING BRI
0136-01-026741-500 a.n. Tri Pamukti Raharjo

๐Ÿ“ข GRAB THE TICKET AND BE THERE ๐Ÿ“ข

๐Ÿ”Ž KAPAN LAGI BISA BERTEMU DENGAN ORANG-ORANG HEBAT? ๐Ÿ”

๐Ÿ“ž MORE INFO ๐Ÿ“ž
Eka : 085641811920
Sita : 085643619350

Selasa, 13 September 2016

SIGARA BERQURBAN 2016


           
                Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1437 H kali ini jatuh pada hari Senin, 12 September 2016. Seperti pada umumnya, hari raya ini identik dengan penyembelihan hewan qurban untuk memperingati peristiwa sejarah Nabi Ibrahim yang diuji ketaqwaan dan cintanya kepada-Nya dengan diperintahkan untuk menyembelih  putranya Nabi Ismail AS. Selain itu ibadah ini dilaksanakan tidak lain semata-mata sebagai wujud bakti seorang hamba kepada sang penciptanya.
Kali ini Mahasiswa Jurusan Ilmu Admiistrasi Negara melalui Divisi Penellitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Himasigara 2016 mampu berpartisipasi kembali dengan berqurban melalui satu kambing yang disalurkan ke Takmir Masjid Al-Falah, Gang Wisnu. Pelaksanaan "Sigara Berkurban" kali ini dilaksanakan karena selain sebagai wujud bakti kepada Allah SWT, yaitu juga karena terdapat banyak manfaat yang dapat diperoleh yaitu :
1. Menghidupkan sunnah nabi ibrahim
2. Mendidik jiwa ke arah taqwa dan mendekatkan diri kepada Allah
3. Mengikis sifat tamak & mewujudkan sifat murah hati dan berjihad di jalan Allah
4. Menghapuskan dosa dan mengharap keridhaan Allah
5. Menjalinkan hubungan kasih sayang sesama manusia

              Menurut Rikajeng Lestari Dewi selaku Ketua Pelaksana Sigara Berkurban, proses penyembelihan hewan qurban tersebut berjalan dengan lancar yang dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Rika juga mengungkapkan bahwa semoga pada kesempatan hari raya idul adha yang akan datang, jurusan IAN dapat menyelenggarakan kegiatan "Sigara Berkurban" kembali. Diharapkan juga dengan adanya kegiatan tersebut, kita mampu menyembelih sifat-sifat buruk binatang yang ada dalam diri kita, serta janganlah kita mampu terkena bujukan syetan akan tetapi budayakan sifat-sifat  manusiawi dan ikuti firman Allah SWT. Semoga dengan diselenggarakannya kegiatan "sigara berkurban" jurusan IAN uny dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan dapat membuat diri kita tidak terlalu mengagungkan hal-hal yang bersifat duniawi. (-mda)

Senin, 12 September 2016

DISKUSI PUBLIK : "Mengawal OSPEK dalam Mewujudkan Mahasiswa yang Berkarakter"

            Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa di sebuah perguruan tinggi dapat terlihat oleh baik tidaknya pelaksanaan Ospek di perguruan tinggi tersebut. Pada dasarnya, Ospek merupakan pintu ilmu bagi mahasiswa-mahasiswi. Pintu itu akan dibuka dan dicermati atau dipelajari secara saksama oleh mahasiswa-mahasiswi baru untuk memperdalam ilmunya. Bila dari pintunya saja sudah buruk, maka pola pikirnya bisa saja terus menduga bahwa di dalam pintu akan sama buruknya.
           Adapun tujuan OSPEK adalah:
1. Mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya.
2. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal.
3. Memberikan pemahaman awal tentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan berdasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan.
4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa.
5. Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan di kalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib, dan dinamis
6. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi
7. Untuk bisa saling beradaptasi antar sesama mahasiswa.


              Pelaksanaan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) yang acapkali menjadi simbol diterimanya mahasiswa baru di sebuah universitas merupakan acara seremonial rutin yang dilakukan tiap tahun. Ospek yang notabenenya adalah usaha pengenalan almamater dan kehidupan kampus pada awalnya bertujuan untuk membentuk sikap dan proses dan beradaptasi dari para calon mahasiswa. Ditinjau dari tujuan mendasarnya, ospek memiliki tujuan baik dan jelas. Di UNY sendiri ospek dilaksanakan selama  5 hari dengan berbagai konten kegiatan yang telah disusun oleh panitia baik dari universitas , fakultas , jurusan dan UKM . Setiap kegiatan yang disuguhkan kepada mahasiswa baru memliki tujuan tersendiri , yakni :Fungsi orientasi bagi mahasiswa baru untuk memasuki dunia Perguruan Tinggi yang berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan.Fungsi komunikatif yakni komunikasi antara civitas akademika dan pegawai administrasi kampus.Fungsi normatif yakni mahasiswa baru mulai memahami, menghayati dan mengamalkan aturan-aturan yang berlaku di kampus. Fungsi akademis yakni pengembangan intelektual, bakat, minat dan kepemimpinan bagi mahasiswa.
      Misalnya dengan memberikan kegiatan diskusi kepada mahasiswa dalam rangka memperkenalkan salah satu trilogi mahasiswa sendiri begitu pula dengan kegiatan-kegiatan yang lain mampu memberikan nilai-nilai tersendiri yang diharapkan menguatkan mereka dalam proses adaptasi dari siswa menjadi mahasiswa yang berkarakter  .  Berkarakter disini berarti menjadi seseorang yang ber api-api dalam hal kebaikan , kebaikan yang menuju kesuksesan , pantang menyerah , mental yang kuat dan jiwa seorang pemimpin . 
               Apakah Ospek sudah bisa dikatakan berhasil dalam pembentukan mahasiswa berkarakter ?
Sebenarnya kegiatan-kegiatan yang ada di dalam ospek bisa dikatakan cukup membantu mahasiswa baru untuk lebih mengenal kampus mereka, baik itu lokasi, karyawan, atau bahkan tetang apa saja yang dilakukan kampus untuk mendukung mahasiswa agar bisa terus berprestasi. Tak hanya itu, ospek juga menjadi ajang untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Hal ini menjadi penting karena di era modern seperti sekarang, koneksi pertemanan bisa menjadi cara yang ampuh untuk menjaring berbagai informasi penting yang ada, bisa saja itu terkait informasi pekerjaan atau juga bisa menjadi ajang untuk bersosialisasi di masa yang akan datang. 
Bagaimana ospek yang pada hakikatnya benar menciptakan mahasiswa yang berkarakter ? 
Pembentukan Karakter bukan Dilakukan secara Instan
Titik awal peresmian kata “maha” akan  melekat di belakang kata siswa.
Selama OSPEK berlangsung, maba memberikan kesan pertama terhadap fakultas, alamater, dan senior. Kalangan mahasiswa baru pun memaknai OSPEK secara beragam. Ada yang memandang OSPEK secara positif, ada juga yang memandang OSPEK dengan skeptis dan menilainya sebagai kegiatan yang sama sekali tidak berarti.
                Dengan waktu 5 hari yang dirasa cukup singkat itu mahasiswa dibekali dengan berbagai  konten kegiatan yang diberikan , banyak mahasiswa baru yang merasa bosan , ada juga sebagian yang terhibur , dan mungkin ada juga yang tidak peduli . kegiatan ospek sendiri tidak hanya terfokus pada kegiatan hari H namun sebelum itu mahasiswa sudah dipertemukan dengan teman – teman seperjuangannya melalui PIM ,TM 1 ,TM 2 dan kegiatan lainnya . melalui penugasan yang diberikan baik individu , gugus , cluster mahasiswa baru mampu mengembangkan kemampuan mereka tentunya dalam hal kedisiplinan , kerja sama kelompok , kreatifitas dan problem solving dalam mengkoordinasikan teman-teman kelompok mereka  dengan bantuan pemandu gugus. Penugasan / peraturan yang diberikan sebenarnya bukan bermaksud memberatkan mahasiswa baru tetapi kembali kepada hakikat diadakannya ospek itu sendiri misalnya dengan adanya penugasan yang mengajarkan kerjasama dimana saat kuliah/kehidupan yang selanjutnya  teman-teman akan sering dihadapkan yang namanya permasalahan bersama , mencari solusi dalam sebuah persoalan dengan keterbatsan yang ada . ospek tahun depan harus lebih humanis , kita harus tau bagaimana hakikatnya , perlu dikaji lagi terkait penugasan yang sekiranya bisa lebih diefesiensikan lagi , tidak ada tujuan yang menyimpang dari peraturan yang ditetapkan . 
                Pada akhirnya, proses OSPEK selayaknya dilaksanakan sebagaimana tujuan awalnya. Diperlukan berbagai macam rangkaian kegiatan yang dapat menjadi media tersampainya tujuan dari OSPEK itu sendiri. Internalisasi nilai kehidupan mungkin perlu dilakukan namun porsinya hanya sebagai “bumbu” agar fokus tujuan dari OSPEK tidak membias. Semestinya, jika diperlukan sebuah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan internalisasi nilai kehidupan, tak dapat dilakukan hanya dalam rangkaian OSPEK selama tiga sampai lima hari. Dalam mewujudkan mahasiswa yang berkarakter tentunya tidak berhenti di masa ospek tapidiperlukan suatu proses terus menerus dan bersifat jangka panjang, mengingat mahasiswa baru bukanlah sebuah gelas kosong yang dapat diisi dengan berbagai cairan apapun dengan mudah. Mereka adalah sosok yang telah dewasa dan mampu menentukan jalan mereka sendiri.

Dirangkum oleh :
AG (BSO Forbi HIMA SIGARA dan Asisten Lab Jurusan Ilmu Administrasi Negara)

 

Minggu, 04 September 2016

"MABA BERSUARA"




       Berikut ini merupakan press release diskusi koran dalam serangkaian kegiatan ospek jurusan Ilmu Administrasi Negara pada tanggal 25 Agustus 2016 bertempat di Taman Pancasila. Pada sesi diskusi koran tersebut masing-masing gugus membahas topik yang telah ditentukan dimana gugus satu dengan gugus yang lain membahas topik yang berbeda dengan dipantik oleh masing-masing pemandu gugus.


Proyek Bandara Kulon Progo Tetap Berjalan
Oleh Gugus Mangku Pastika

     Pokok permasalahan dari isu ini adalah adanya perselisihan antara pemerintah dan masyarakat Kulon Progo mengenai pembangunan bandara yang dirasa merugikan masyarakat. Sejumlah 132 gugatan masuk ke Pengadilan Negeri Wates pada Senin (15/8) lalu, terkait keberatan warga terdampak bandara tentang nilai ganti rugi.
      Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda DIY, Gatot Saptadi memastikan bahwa banyaknya gugatan tersebut tidak akan menghambat proses yang telah berjalan untuk membangun Bandara Kulon Progo. Ia melihat bahwa ratusan gugatan yang di ajukan ke PN Wates memiliki substansi yang beragam. Ada yang terkait besaran rupiah ganti rugi yang dinilai masih rendah padahal mereka bisa mendapatkan lebih, atau bahkan penggugat yang menyerahkan berkas ke PN Wates karena tidak memperoleh ganti rugi padahal menurut mereka harusnya mendapatkannya. Jumlah gugatan warga terdampak bandara baru Kulon Progo dipastikan bakal bertambah. Tidak sedikit warga terdampak lainnya yang masih berdatangan dan mengurus kelengkapan berkas pengajuan gugatan atas nilai ganti rugi megaproyek tersebut. Meski demikian, tidak sedikit pula warga terdampak yang masih saja mengalami kesulitan dalam menghadapi berkas yang dipersyaratkan. Satu berkas yang harus ada namun tidak mudah diperoleh adalah kutipan berita acara musyawarah ganti rugi bandara.
       Jadi, seharusnya mengenai pembangunan bandara yang notabennya baru, pemerintah tetap harus memperhatikan kehidupan masyarakat Kulon Progo kedepannya, antara pemerintah dan masyarakat juga harus ada kerja sama yang baik agar pembangunan dapat berjalan lancar. Dan juga pengawasan mengenai alokasi dana ganti rugi juga harus diperhatikan. Masyarakat jika sudah diberi anggaran juga harus digandeng untuk mengembangkan usahanya.


Tim Gabungan Jaring 13 PGOT di Jalanan
Oleh Gugus Faroek Iskak

   Pada hari Selasa (16/8), tim gabungan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Kota Magelang, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Polres Magelang Kota, melangsungkan razia pengamen gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di sejumlah titik. Hasilnya, 13 orang gelandangan, pengemis, hingga pengamen berpenampilan punk, terjaring dalam razia tersebut. Setelah dilakukan pendataan, mayoritas mereka dari luar wilayah Kota Magelang. Bahkan, dari sekian nama terdapat satu nenek yang berasal dari Gresik, Jawa Timur berusia 90 tahun yang hidup menggelandang. Menurut Muji Rochman selaku kepala Disnakertransos Kota Magelang, kalau yang terjaring itu merupakan warga kota Magelang, akan dilakukan pembinaan lebih lanjut. Namun, jika dari luar daerah akan di kembalikan ke alamat asalnya. Muji menambahkan, bahwa titik-titik yang senantiasa dijadikan sasaran razia adalah area yang tergolong ramai pengunjung dan pengendara, seperti di sekitaran Alun-alun, Jalan Pemuda, Jalan Ikhlas, hingga pertigaan Canguk dan pertigaan Hotel Trio. Kepala Satpol PP Kota Magelang, Retni Rini Sariningrum menjelaskan, 13 orang yang terjaring razia PGOT hanya mendapat pembinaan saja. Kendati ada beberapa gelandangan dan pengemis yang tertangkap dua kali. Namun, belum bisa dijerat dengan Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum karena kalau sudah tertangkap tiga kali baru bisa diberi sanksi terberat kurungan penjara tiga bulan atau denda Rp 50 juta.
    Dengan demikian perlu dilakukan penjaringan oleh pihak Pemerintah dan diharapkan juga pemerintah bisa memecah konsentrasi keramaian di Kota Magelang, karena mengingat PGOT yang lebih cenderung berkumpul di titik-titik pusat keramaian. Hal ini tentu perlu dilakukan sebagaimana yang sama-sama kita ketahui PGOT cukup dapat mengganggu keamanan lingkungan. Dan untuk PGOT dari luar daerah Kota Magelang yang akan dikembalikan ke daerah asalnya, sebelumnya pemerintah Magelang harus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah asal PGOT tersebut untuk dibina. Selain dari pemerintah, masyarakat juga harus bertindak nyata yakni misalnya dengan menerapkan UU yang mengatur untuk tidak memberi uang ke pengemis atau PGOT.



Dishub Kaji Angkutan Umum Pariwisata
Oleh Gugus Albert Ralahalu

     Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta tengah menyiapkan angkutan umum berbasis pariwisata di wilayah yang diminati wisatawan. Selain memudahkan wisatawan, hal tersebut juga dapat mengurangi tingkat kemacetan di Kota Yogyakarta. Kepala Seksi Angkutan Darat, Dishub Kota Yogyakarta, Tri Haryanto menuturkan tengah melakukan kajian terkait kebutuhan angkutan umum berbasis pariwisata. Dari hasil kajian tersebut pihaknya akan memetakan kebutuhan transportasi wisatawan. Sejauh ini, beberapa lokasi yang tidak bisa untuk parkir bus, namun memiliki banyak peminat yakni kawasan Jeron Beteng dan sentra kerajinan perak di Kotagede. Sehingga wisatawan harus jalan kaki atau menggunakan moda transportasi lain dari tempat parkir bus. Adapun angkutan wisatawan yang akan disiapkan Dishub, menurut Tri adalah angkutan shuttle Thole atau moda transportasi tradisional seperti becak dan andong. Pihaknya pun akan menyiapkan berbagai program jika angkutan wisata itu memang dibutuhkan.
       Oleh karena itu, sebaiknya di adakan rekomendasi oleh tim pengkaji terkait wilayah lain yang membutuhkan angkutan untuk transportasi dan melayani wisatawan, tetapi harus pula memikirkan ukurannya. Dan transportasi umum yang beroperasi semestinya juga dikaji apakah sesuai dengan harapan masyarakat. Dan semuanya itu tentu harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kebijakan atau aspek pemerintah.
Pertamina Cabut Sponsor Manor Racing
Oleh Gugus Yasin Limpo

       Keputusan penting diambil PT Pertamina (persero). Mereka memutuskan mencabut sponsor untuk tim balap formula 1 (F1), Manor Racing. Pertamina mengambil langkah ini setelah Rio Haryanto turun posisi dari kursi pembalap utama jadi pembalap cadangan tim balap asal Inggris itu. Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, langkah itu merupakan pembelaan Pertamina pada Rio. Mereka ingin pembalap 23 tahun itu terus berkiprah di sirkuit balap F1. Keputusan Pertamina mencabut logo daro mobil F1 yang dikendarai Rio juga membuktikan tanggung jawab dana yang digelontorkan perseroan. Pertamina menyatakan, mereka hanya mendukung Rio sebagai pembalap F1 bukan mendukung Manor Racing.
Selama ini, Pertamina tidak pernah melihat dukungan Rio sebagai hal yang terkait untung dan rugi saja. Sebab, Pertamina fokus mendorong Rio bisa menjadi pembalap FI dan berkiprah di seri balapan dunia.
       Tujuan dicabutnya sponsor Pertamina di tim Manor Racing karena Rio Haryanto tidak lagi menjadi pembalap utama di tim Manor Racing, sehingga hal ini tidak sesuai dengan tujuan utama pertamina memberikan sponsor kepada Manor Racing untuk mendukung kiprah Rio Hariyanto di ajang F1. Namun, seiring dengan keputusan Manor yang menjadikan Rio sebagai pembalab cadangan sehingga pertamina mencabut sponsor untuk tim Manor Racing.


RAPBN Fokus di Pendidikan dan Rumah Murah
Oleh Gugus Alex Noerdin

          Presiden Joko Widodo memaparkan bahwa Indonesia berada dalam persaingan globalisasi antar negara. Untuk memenangkan kompetensi tersebut, Indonesia harus keluar dari zona nyaman. Pemerintah akan meningkatkan pembiayaan untuk penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Kebijakan pembiayaan anggaran 2017 juga diarahkan untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha makro kecil dan menengah (UMKM), serta membuka akses pembiayaan pembanagunan dan investasi secara lebih luas.
         Dalam hal pendidikan diperlukan transparansi dan alokasi pendanaan yang merata, merata disini berarti adil sesuai dengan kebutuhan setiap daerah. Dengan adanya transparansi dan pemerataan, maka diharapkan dapat menimbulkan kepercayaan antara masyarakat dengan pemerintah sehingga masyarakat juga ikut andil dalam kegiatan pelaksanaan sekaligus pengawasan jalannya pemerintahan.
          Permasalahan rumah murah yakni adanya sasaran yang tidak jelas kepada siapa seharusnya rumah murah tersebut diberikan. Selain itu kurangnya monitoring dan evaluasi dari setiap perencanaan yang telah dirancang oleh pemerintah baik dari pusat hingga ke daerah. Lagi-lagi adanya transparansi memang sangatlah dibutuhkan khususnya dikalangan masyarakat, pemerintah seharusnya lebih mengefektifkan sosialisasi mengenai setiap program yang ada.


Dana Desa Termin Kedua Tak Kunjung Cair (Gunung Kidul)
Oleh Gugus Ganjar Pranowo

            Dana Desa termin kedua sebanyak Rp.42 miliar dari pemerintah masih belum dapat dicairkan. Pasalnya, pencairan masih harus menunggu laporan pertanggungjawaban keuangan desa untuk kemudian harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu.
       Dana Desa termin pertama sebesar Rp.610 juta yang dicairkan pada bulan Mei lalu telah dipergunakan untuk berbagai kegiatan desa. Alokasi dana desa tersebut lebih banyak dialihkan kepada peningkatan kapasitas masyarakat seperti program pelatihan-pelatihan, sedangkan sisanya pembangunan difokuskan ke pembangunan fisik.
           Seharusnya Pemerintah setempat mengadakan sosialisasi langsung kepada masyarakat melalui desa/kelurahan, adanya transparansi oleh kedua pihak sehingga partisipasi dari masyarakat dapat tercipta. Partisipasi tersebut dapat menyalurkan inovasi yang diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang lebih efektif. Dalam perencanaan pembangunan sudah diperkirakan semua apa saja yang hendak diproses selama pembangunan namun semua itu akan terhambat apabila penurunan dana tidak sesuai dengan jadwal pula. Pemerintah harus bersinergi dengan masyarakat dan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas untuk penggunaan dana desa.


Seribu Hektare untuk Tanam Kedelai
Oleh Gugus Lukas Enembe

        Pada musim tanam kedelai tahun ini, Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul menargetkan hingga akhir Agustus, sebanyak seribu hektare sawah diprioritaskan untuk ditanami kedelai. Upaya ini tak lain untuk meningkatkan produksi kedelai di Bantul, sehingga pasokan kedelai di daerah mencukupi, bahkan kalau memungkinkan bisa swasembada.
           Menurut Plt Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Pulung Haryadi, dari 1000 hektare yang di targetkan, sampai hari ini baru 600 hektare sawah yang terealisasi. Meskipun pihaknya tetap optimis target 1000 akan tercapai. Untuk meningkatkan produksi kedelai di kab. Bantul, selain mencanangkan program penanaman kedelai di 1000 hektare sawah, pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan juga telah menyediakan sejumlah bantuan kepada para kelompok tani dan gabungan kelompok tani Bantul atau yang biasa disebut poktan dan gapoktan. Palung mengatakan dari 1000 hektare yang mereka canangkan, harapannya untuk satu hektare lahan bisa menghasilkan 2,1 ton. Dan jika hasil panen nantinya sesuai harapan, Palung selaku Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul optimis bahwa kebutuhan kedelai di Bantul bisa tercukupi. Karena Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul tersebut pun mengakui bahwasanya selama ini hasil panen kedelai di Bantul masih defisit, sehingga guna untuk menutup kekurangan itu, biasanya suplai kedelai di Bantul didatangkan dari luar daerah, baik sekitar DIY maupun dari sejumlah Kabupaten di Jawa Tengah, misalnya dari Purworejo.
        Meskipun demikian, tentu masih ada kendala yang bakal dihadapi para petani. Diantaranya cuaca yang ekstrem dan tak menentu, ditambah lagi dengan kemarau basah kali ini yang terjadi sepanjang tahun. Selain itu kendala lain yang saat ini dihadapi para petani yakni mahalnya bibit kedelai dan rendahnya harga hasil panen di pasaran. Menurut Suwanto, Ketua Kelompok Tani Mandiri, saat ini harga bibit kedelai di pasaran mencapai Rp 10 ribu per kg, sementara harga jual hasil panen kedelai hanya menembus angka Rp 7 ribu per kg.
          Mengenai pencanangan program Seribu Hektare untuk Tanam Kedelai, dimana hal yang juga menjadi faktor penyebab program ini belum berhasil adalah karena petani punya alasan logis atau bisa dibilang keberatan untuk mengikuti program tersebut. Dengan alasan perawatan kedelai yang lebih rumit, mengingat faktor kemarau basah sekarang yang berkepanjangan menjadikan kelembapannya yang tinggi. Dan lagi pula harga jual hasil panen yang tidak sebanding dengan mahalnya harga beli bibit kedelai itu sendiri, dari pemerintah pun tidak ada memberikan subsidi bibit.
Namun sebenarnya, jika program seribu hektare untuk tanam kedelai ini bisa berjalan dengan baik dan sukses, maka tentu akan dapat mendorong peningkatan pemasukan lokal. Karenanya biaya bahan untuk industri menjadi lebih murah seperti tahu dan tempe.
      Jadi, sebelum program ini dijalankan, seharusnya pemerintah terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan program pendampingan oleh mahasiswa dan pemerintah, serta tidak lupa juga untuk pemerintah memberikan subsidi harga beli bibit kedelai kepada para masyarakat.

Dirangkum oleh BSO Forbi Hima Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta 2016




Sabtu, 13 Agustus 2016

SIGARA IN COMPETITION 2016

๐Ÿ“ข๐Ÿ“ข Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNY proudly presents: Lomba Esai Tingkat Nasional ๐Ÿ“ฃ๐Ÿ“ฃ 

๐Ÿ“ ๐Ÿ“ Sigara in Competition 2016 ๐Ÿ“ 

SIC 2016 kali ini mengambil tema:
๐Ÿ‘๐Ÿป Inovasi Daerah dalam Memperkuat Open Government pada Tata Pemerintahan Indonesia ๐Ÿ‘๐Ÿป
๐Ÿ“ฃ✏ Subtema ๐Ÿ“ฃ
a. Kebijakan Publik
b. Pelayanan Publik
c. Pengembangan Sumber Daya Manusia
d. Potensi Daerah
e. Birokrasi
✉ Mekanisme Pendaftaran ✉
✒ Setiap peserta wajib melunasi biaya pendaftaran sebesar Rp 35.000,00 melalui rek BNI 0425080847 a.n. Hanisa Rinda Putri Pramukaningtiyas
✒ Seluruh peserta mengirim :
๐Ÿ“ฎ Softcopy naskah esai dengan format Word (.doc atau .docx)
๐Ÿ“ฎ Formulir pendaftaran yang telah diisi sesuai data
๐Ÿ“ฎ Scan bukti pembayaran dengan format JPG
๐Ÿ“ฎ Scan Kartu Tanda Mahasiswa dengan format JPG
๐Ÿ“ฎFile dikirim ke email sic.himasigara2016@gmail.com dengan format subject “SIC2016_Nama
Lengkap_Nama Perguruan Tinggi_Judul Esai”.
✒ Peserta yang mengirimkan esai melalui email harus memberikan konfirmasi ke panitia
melalui sms ke nomor 087838136181 (Rika) dengan format “SIC2016_Nama
Lengkap_Nama Perguruan Tinggi_Judul Esai_Tanggal Pengiriman”
๐Ÿ“š Fasilitas ๐Ÿ“š
Free tiket Seminar Nasional bagi para finalis
๐Ÿ“… Timeline ๐Ÿ“…
๐Ÿ“Œ 1 Agustus – 24 September 2016
: Pendaftaran, pembayaran, pengumpulan naskah karya
๐Ÿ“Œ 26 September – 1 Oktober: Proses penjurian dan penilaian karya
๐Ÿ“Œ 5 Oktober 2016: Pengumuman peserta yang lolos menjadi finalis
๐Ÿ“Œ 12 Oktober 2016: Presentasi finalis
๐Ÿ“Œ 13 Oktober 2016: Pengumuman juara 1,2,3
๐Ÿ“ฅ Formulir dan info lengkap dapat diunduh di https://goo.gl/772jTt
๐Ÿ’ฌ More info ๐Ÿ’ฌ
๐Ÿ“ฑ 085729061114 (Adinda)
๐Ÿ“ฑ 087838136181 (Rika)
๐Ÿ’ป Twitter: @himasigara
๐Ÿ’ป Instagram: himasigara
๐Ÿ’ป Website: www.himasigara.org
๐Ÿ—ฃ Ayo, tulis esaimu dan sumbangkan idemu untuk pemerintahan yang lebih baik ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป

Unordered List



Support