Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Pengurus HMAP UNY 2019

Kabinet Inisiator

PKKMB ADMINISTRASI PUBLIK 2019

DIES NATALIS FIS

PUBLIC ADMINISTRATION

Bapak Rektor UNY

Kamis, 28 April 2016

Meningkatkan minat mahasiswa melalui Training of Trainer "Bicara Lewat Pena Meneliti Untuk Karya"

         Kamis, 28 April 2016 Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara kembali menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer. Kali ini tema yang diangkat dalam kegiatan pelatihan tersebut adalah "Bicara Lewat Pena Meneliti Untuk Karya". 
             Training of Trainer adalah salah satu program rutin yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara melaui divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa) yang bertujuan untuk menggali ketrampilan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara dibidang-bidang tertentu melaui kegiatan pelatihan. Kegitan yang ditujukan untuk seluruh mahasiswa Ilmu Administrasi Negara angkatan 2015 tersebut difokuskan pada pelatihan penelitian dan pelatihan jurnalistik. Sinergis dengan pihak jurusan yang tengah gencar menggalakkan minat menulis dan meneliti di kalangan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara.
                Acara yang  diselenggarakan di ruang Cut Nyak Dien Fakultas Ilmu Sosial siang tadi diikuti oleh 57 peserta dengan pembicara bapak Dinar Dwi Prasetyo yang didatangkan langsung  dari Lembaga Penelitian The SMERU Research Institute serta ibu Rina Eviani jurnalis dari Tribun Jogja. Arum Windaningsih selaku ketua panitia acara tersebut berharap dengan adanya kegitan Training of Trainer dapat meningkatkan minat dan ketrampilan mahasiswa Ilmu Administrasi Negara di bidang penelitian dan jurnalistik. Arum juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para peserta yang sudah cukup antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut dan berharap kegiatan pelatihan ini bisa terus berjalan dan semakin baik, sehingga banyak potensi mahasiswa Ilmu Administrasi Negara yang dapat digali serta diasah.(-BI)


Selasa, 26 April 2016

DISKUSI PUBLIK: REKLAMASI PANTAI


          Selasa, 26 Mei 2016 HIMASIGARA melalui divisi FORBI (Forum Studi dan Kebijakan) telah mengadakan kembali diskusi publik. Pada kali ini, diskusi yang mengangkat tema dan isu mengenai reklamasi pantai ini bertempat di taman KHD (Ki Hajar Dewantara) dan dimulai pada pukul 15.00 WIB.
            Tema yang diangkat kali ini memang sedang menjadi bahan utama topik pembicaraan publik di berbagai media dimana polemik reklamasi ini mencuat ke media tidak lain karena adanya kasus reklamasi pantai utara DKI Jakarta yang menyeret beberapa nama yang notabennya menjadi wakil rakyat di Indonesia.
            Reklamasi pada dasarnya merupakan usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat dari kegiatan usaha pertambangan dan energi agar dapat berfungsi secara optimal. Sementara itu, tujuan dari reklamasi yakni menjadikan kawasan berair yang rusak ataupun yang tidak berguna menjadi lebih baik dan bermanfaat dimana kawasan baru tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk kawasan pemukiman, perindustrian, bisnis, pertanian, maupun sebatas objek wisata saja. Reklamasi disini pada umumnya dilakukan oleh negara atau kota-kota besar yang laju pertumbuhan dan kebutuhan akan lahannya sangat meningkat tajam.
            Namun, di samping diberlakukannya reklamasi di kota-kota besar tersebut, ternyata secara langsung menimbulkan beberapa dampak, baik positif maupun negatif dan menuai pro-kontra karena dinilai tidak pro terhadap kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah. Memang, secara garis besar adanya reklamasi yang diterapkan di sejumlah kota-kota besar di Indonesia akan mendukung dan memberi stimulan pada perekonomian Indonesia. Bagaimana tidak, dengan adanya reklamasi tersebut maka tidak dapat dipungkiri bahwa adanya transaksi ekonomi maupun arus uang yang terus beredar di tempat baru yang berasal dari kawasan reklamasi ini akan menjalakan roda perekonomian bangsa Indonesia dimana lambat laun diharapkan akan terjadi pertumbuhan ekonomi disana. Tidak hanya itu, area reklamasi yang akan dibangun nantinya dapat mencegah terjadinya laut pasang. Akan tetapi, ternyata adanya reklamasi pantai ini tidak serta-merta berjalan lurus sesuai yang diinginkan publik. Selalu saja terdapat dampak negatif yang selalu membayangi pelaksanaan dari reklamasi ini. Apabila kita melihat dari sudut pandang ekosistem, jelaslah dengan adanya reklamasi tersebut akan menganggu keseimbangan yang ada di dalamnya dimana peninggian permukaan air laut karena area yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam telah berubah menjadi daratan, air asin dari laut yang mampu naik ke daratan sehingga banyak tanaman yang mati, serta musnahnya tempat hidup hewan dan tumbuhan pantai dan pencemaran laut akibat kegiatan di area reklamasi dapat menyebabkan banyak ikan akan mati sehingga nelayan tidak dapat dipungkiri bisa kehilangan lapangan pekerjaannya.
            Oleh karena itu, adanya reklamasi yang notabennya membawa banyak dampak negatif sudah seharusnya menjadi sorotan pemerintah untuk dapat diminimalisir apabila pemerintah sendiri menginginkan dampak positif sebagai hal yang dominan disini. Dalam hal ini, dilakukannya reklamasi yang sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) oleh pemerintah selaku eksekutor sebenarnya mampu membantu beban pemerintah sendiri untuk mengurangi dampak negatifnya. Pemerintah juga sebaiknya melakukan reklamasi dengan memperhatikan 3 aspek dan pendekatan yakni melalui masyarakat, pemerintah, dan kepentingan. Melalui ketiga pendekatan ini, sebenarnya reklamasi mampu menjadi sesuatu yang diharapkan oleh masyarakat luas, bukan hanya menjadi sesuatu yang diharapkan oleh beberapa kelompok kepentingan saja. Dengan memperhatikan ketiga pendekatan ini maka tidak dapat dipungkiri bahwa kepentingan dari setiap pihak akan tersalurkan dan terakomodasi dengan baik.
            Untuk selanjutnya, peran mahasiswa yang sangat diharapkan sebagai solusi dari adanya isu reklamasi ini adalah dengan menerapkan trilogi mahasiswa yang selama ini digemakan oleh seluruh mahasiswa di Indonesia yaitu membaca, menulis, dan berdiskusi. Dengan menerapkan ketiga hal tersebut, maka mahasiswa yang notabennya dekat dengan masyarakat diharapkan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat tersebut. Mahasiswa disini dituntut untuk lebih peka terhadap situasi dan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia. Dengan begitu, adanya tuntutan dan kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat akan dapat disampaikan dan diperjuangkan oleh mahasiswa kepada pemerintah baik melalui tulisan, penelitian, maupun diskusi. Dengan begitu, pelaksanaan reklamasi ini dapat diamati, dipelajari, dan diawasi sehingga dapat diwujudkan reklamasi yang mementingkan masyarakat banyak dan tidak hanya memperhitungkan kepentingan kelompok tertentu saja demi kesejahteraan bangsa Indonesia yang lebih baik. (-mda)

Senin, 25 April 2016

AN CUP 2016


         Minggu, 24 April 2016 Divisi Minat dan Bakat (MIBA) sukses menjalankan Proker pertamanya. MIBA kali ini membuat acara kompetisi 4 cabang olahraga se-Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Ini adalah pertama kalinya MIBA mempertandingkan 4 cabang olahraga sekaligus dalam AN Cup 2016.

      AN Cup merupakan sebuah kompetisi olahraga yang menarik untuk di ikuti, selain dari banyaknya cabang yang dipertandingkan, juga ada beberapa hadiah menarik untuk diperebutkan. Proker MIBA terbaru ini juga sangat diapresiasi oleh seluruh angkatan se-Jurusan Administrasi Negara, tentu dengan adanya rasa semangat untuk menjadi raja AN Cup 2016. AN Cup 2016 menjadi sebuah pembuktian angakatan mana yang terhebat di dalam bidang olahraga. Bimo selaku pemain dari angkatan 2014 mengungkapkan bahwa acara ini sangat menarik dan bagus.Bimo juga mengungkapkan harapannya agar AN CUP dapat terlaksana secara berkala dan semakin baik kedepannya.

      Acara ini dilaksanakan dalam empat hari di dua akhir pekan pada tanggal 16-17 dan 23-24 April 2016. Pertandingan pertama yang digelar adalah pertandingan Basket di Lapangan Basket FIK, kemudian pertandingan Voli di Lapangan Voli Gang Guru, dilanjut pada pekan berikutnya dengan pertandingan Bulutangkis di Balai Desa Karanggayam, dan diakhiri dengan pertandingan Futsal di Telaga Futsal 2. Keempat cabang ini sangat menyita antusiasme para penonton khususnya cabang Futsal. Septi selaku Ketua Panitia AN Cup kali ini mengungkapkan bahwa tujuan adanya kegiatan ini ialah untuk mempererat tali silaturahmi antar angkatan se-Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Selain itu juga untuk menjaring bibit unggul dalam bidang olahraga yang bisa mewakili jurusan di ajang FIS CUP. (-CK)



                                          Inilah Para Juara AN CUP 2016
                                        

Sabtu, 02 April 2016

“Guyub Srawung Ormawaku”, OPEN HOUSE ORMAWA FIS

Kamis, 31 Maret 2016 Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FIS menggelar perhelatan yakni OPEN HOUSE Ormawa FIS 2016. Pada kali ini, Open House yang notabennya terbuka untuk umum tersebut mengangkat tema “Guyub Srawung Ormawaku” dimana dibuka pada pukul 16.00 WIB dan berakhir pada pukul 22.00 WIB bertempat di parkiran PKM FIS UNY.
            Agenda Open House kali ini dimulai dengan sambutan-sambutan oleh Ketua BEM FIS 2016 yakni Priyo Utomo, Ketua Panitia Open House Ormawa 2016 yakni Ardila Diana Putri, serta Bapak M. Nur Rokhman, M.Pd selaku Wakil Dekan III FIS UNY.
            Open House kali ini diisi stand dari berbagai ormawa FIS yakni stand BEM FIS, DPM, UKMF Al Ishlah, UKMF Screen, HIMA Ilmu Administrasi Negara, HIMA Pendidikan Geografi, HIMA Pendidikan Sosiologi, HIMA Pendidikan Sejarah, HIMA Ilmu Sejarah, HIMA Ilmu Komunikasi, HIMA PKnH, dan HIMA Pendidikan IPS. Acara juga diiringi dengan penampilan yang sangat menarik dari setiap ormawa.
            Acara ini tidak hanya dikunjungi oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial UNY saja, melainkan juga dikunjungi oleh mahasiswa dan Ormawa yang di luar FIS UNY. Ardila selaku Ketua Panitia Open House kali ini mengungkapkan bahwa tujuan dari adanya kegiatan Open House Ormawa FIS UNY 2016 ini ialah tidak lain untuk mempererat tali silaturahmi ormawa FIS yang nantinya diharapkan mampu untuk saling bekerjasama dengan baik antar organisasi mahasiswa yang notabennya dalam satu ruang lingkup yang sama yakni di dalam Fakultas Ilmu Sosial UNY serta diharapkan semua elemen civitas akademika mampu mengetahui setiap program kerja yang akan dijalankan oleh ormawa FIS UNY. (-mda)




Unordered List



Support