Jumat, 10 Juni 2016

HIMASIGARA GANDENG BPPM DIY DALAM HEARING 1



 Jumat, 10 Juni 2016 pukul 11.45 WIB melalui BSO FORBI (Forum Studi Kebijakan) Himasigara mengadakan kegiatan hearing ke BPPM DIY (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat) Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamatkan di Jalan Tentara Rakyat Mataram no.31 DIY. Kegiatan hearing ini merupakan follow up dari hasil diskusi publik yang berupa penyampaian saran/tanggapan dari peserta diskusi mengenai isu yang sedang terjadi untuk didiskusikan bersama stakeholder. Tema yang diangkat dalam kegiatan hearing kali ini  adalah “Polemik Hukuman Kebiri bagi Pelaku Kejahatan Seksual”. Sementara itu, stakeholder yang berkesempatan untuk mengisi acara hearing kali ini adalah Ibu Wati Marliawati S.H, M.Kes selaku Kepala Bidang Perlindungan Hak-Hak Perempuan di BPPM DIY. Mengulas saran dan tanggapan mengenai diskusi publik yang telah dilakukan yakni terdapat pihak pro dan kontra dalam menanggapi isu mengenai Perppu tentang hukuman kebiri. Pihak pro dalam diskusi yang sudah dilaksanakan tersebut mengungkapkan bahwa sejatinya hukuman kebiri pantas bagi pelaku kejahatan seksual karena untuk memutus mata rantai kekerasan pada anak. Seperti yang kita ketahui bahwa kasus kejahatan seksual sedang marak terjadi. Disamping itu, sebenarnya kita jangan menghambat hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual berdasarkan atas HAM, karena seperti yang diketahui korban juga telah dirusak dalam sisi kemanusiannya. Sedangkan dari pihak kontra menolak hukuman kebiri dikarenakan berdasarkan penelitian yang dilakukan ahli kesehatan mengungkapkan bahwa hukuman kebiri dirasa tidak akan menimbulkan efek jera bagi pelaku kejahatan seksual, dan sebaliknya justru ini akan menambah tingkat stress para pelaku. Dari tanggapan peserta diskusi tersebut, Ibu Wati menyetujui pendapat dari peserta diskusi tersebut, hanya saja ibu Wati menambahkan bahwa dari Pemda DIY akan menghukum para pelaku kejahatan seksual dengan hukuman kebiri agar pelaku merasakan efek jera, namun disayangkan bahwa kebanyakan para pelaku kejahatan seksual adalah anak-anak yang notabennya di bawah umur. Di sisi lain pelaku disini sebenarnya juga merupakan korban, walaupun dari segi hukum mereka telah menjadi terdakwa tetapi dari sisi HAM mereka juga harus dilindungi.
BPPM juga telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan dini dari perilaku penyimpangan seksual kepada kalangan massyarakat dengan melakukan pencegahan, perlindungan, sosialisasi kepada masyarakat dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. BPPM juga memgumpulkan ibu-ibu PKK untuk menginformasikan bagaimana cara mendidik anak yang baik agar anak terhindar dari perilaku penyimpangan seksual.
Menanggapi hal yang terkait dengan pemberitaan mengenai pihak IDI (IkatanDokter Indonesia) yang menolak melakukan kebiri kepada pelaku kejahatan seksual dikarenakan melanggar kode etik kedokterandan dokter yang eksekusi kebiri kimia ke pelaku kejahatan seksual diancam sanksi pecat, menurut Ibu Wati itu hanyalah masalah antar personil saja, jadi tidak perlu dipermasalahkan. Karena IDI merupakan organisasi yang berkerjasama dengan Kemenkes. Selain itu, sebelum diterbitkannya Perppu No 1 Tahun 2016, dari seluruh elemen seperti Kemensos, Kemenkes dan Kominfo juga telah mempertimbangkan dengan baik dalam penerbitan Perppu tersebut.
Kegiatan hearing ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada Ibu Wati yang diberikan oleh Zulfa Nuraini selaku Ketua Pelaksana kegiatan hearing. Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan kegiatan ini, Ibu Wati mengharapkan acara hearing ini agar terus berlanjut dikarenakan ini dirasa mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa karena mampu meningkatkan jiwa kritis terhadap isu-isu yang sedang berkembang dan meningkatkan kepedulian bagi sesama. Zulfa menungkapkan pula bahwa kegiatan hearing ini kedepannya diharapkan dapat berkembang lebih baik dan mampu menjadi wadah mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya kepada stakeholder yang terkait. (ZN)
Penyampaian hasil diskusi mengenai "Polemik Hukuman Kebiri bagi Pelaku Kejahatan Seksual" kepada BPPM DIY

Pemberian kenang-kenangan kepada BPPM DIY

0 komentar:

Posting Komentar