Senin, 12 September 2016

DISKUSI PUBLIK : "Mengawal OSPEK dalam Mewujudkan Mahasiswa yang Berkarakter"

            Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa di sebuah perguruan tinggi dapat terlihat oleh baik tidaknya pelaksanaan Ospek di perguruan tinggi tersebut. Pada dasarnya, Ospek merupakan pintu ilmu bagi mahasiswa-mahasiswi. Pintu itu akan dibuka dan dicermati atau dipelajari secara saksama oleh mahasiswa-mahasiswi baru untuk memperdalam ilmunya. Bila dari pintunya saja sudah buruk, maka pola pikirnya bisa saja terus menduga bahwa di dalam pintu akan sama buruknya.
           Adapun tujuan OSPEK adalah:
1. Mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya.
2. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal.
3. Memberikan pemahaman awal tentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan berdasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan.
4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa.
5. Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan di kalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib, dan dinamis
6. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi
7. Untuk bisa saling beradaptasi antar sesama mahasiswa.


              Pelaksanaan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) yang acapkali menjadi simbol diterimanya mahasiswa baru di sebuah universitas merupakan acara seremonial rutin yang dilakukan tiap tahun. Ospek yang notabenenya adalah usaha pengenalan almamater dan kehidupan kampus pada awalnya bertujuan untuk membentuk sikap dan proses dan beradaptasi dari para calon mahasiswa. Ditinjau dari tujuan mendasarnya, ospek memiliki tujuan baik dan jelas. Di UNY sendiri ospek dilaksanakan selama  5 hari dengan berbagai konten kegiatan yang telah disusun oleh panitia baik dari universitas , fakultas , jurusan dan UKM . Setiap kegiatan yang disuguhkan kepada mahasiswa baru memliki tujuan tersendiri , yakni :Fungsi orientasi bagi mahasiswa baru untuk memasuki dunia Perguruan Tinggi yang berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan.Fungsi komunikatif yakni komunikasi antara civitas akademika dan pegawai administrasi kampus.Fungsi normatif yakni mahasiswa baru mulai memahami, menghayati dan mengamalkan aturan-aturan yang berlaku di kampus. Fungsi akademis yakni pengembangan intelektual, bakat, minat dan kepemimpinan bagi mahasiswa.
      Misalnya dengan memberikan kegiatan diskusi kepada mahasiswa dalam rangka memperkenalkan salah satu trilogi mahasiswa sendiri begitu pula dengan kegiatan-kegiatan yang lain mampu memberikan nilai-nilai tersendiri yang diharapkan menguatkan mereka dalam proses adaptasi dari siswa menjadi mahasiswa yang berkarakter  .  Berkarakter disini berarti menjadi seseorang yang ber api-api dalam hal kebaikan , kebaikan yang menuju kesuksesan , pantang menyerah , mental yang kuat dan jiwa seorang pemimpin . 
               Apakah Ospek sudah bisa dikatakan berhasil dalam pembentukan mahasiswa berkarakter ?
Sebenarnya kegiatan-kegiatan yang ada di dalam ospek bisa dikatakan cukup membantu mahasiswa baru untuk lebih mengenal kampus mereka, baik itu lokasi, karyawan, atau bahkan tetang apa saja yang dilakukan kampus untuk mendukung mahasiswa agar bisa terus berprestasi. Tak hanya itu, ospek juga menjadi ajang untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Hal ini menjadi penting karena di era modern seperti sekarang, koneksi pertemanan bisa menjadi cara yang ampuh untuk menjaring berbagai informasi penting yang ada, bisa saja itu terkait informasi pekerjaan atau juga bisa menjadi ajang untuk bersosialisasi di masa yang akan datang. 
Bagaimana ospek yang pada hakikatnya benar menciptakan mahasiswa yang berkarakter ? 
Pembentukan Karakter bukan Dilakukan secara Instan
Titik awal peresmian kata “maha” akan  melekat di belakang kata siswa.
Selama OSPEK berlangsung, maba memberikan kesan pertama terhadap fakultas, alamater, dan senior. Kalangan mahasiswa baru pun memaknai OSPEK secara beragam. Ada yang memandang OSPEK secara positif, ada juga yang memandang OSPEK dengan skeptis dan menilainya sebagai kegiatan yang sama sekali tidak berarti.
                Dengan waktu 5 hari yang dirasa cukup singkat itu mahasiswa dibekali dengan berbagai  konten kegiatan yang diberikan , banyak mahasiswa baru yang merasa bosan , ada juga sebagian yang terhibur , dan mungkin ada juga yang tidak peduli . kegiatan ospek sendiri tidak hanya terfokus pada kegiatan hari H namun sebelum itu mahasiswa sudah dipertemukan dengan teman – teman seperjuangannya melalui PIM ,TM 1 ,TM 2 dan kegiatan lainnya . melalui penugasan yang diberikan baik individu , gugus , cluster mahasiswa baru mampu mengembangkan kemampuan mereka tentunya dalam hal kedisiplinan , kerja sama kelompok , kreatifitas dan problem solving dalam mengkoordinasikan teman-teman kelompok mereka  dengan bantuan pemandu gugus. Penugasan / peraturan yang diberikan sebenarnya bukan bermaksud memberatkan mahasiswa baru tetapi kembali kepada hakikat diadakannya ospek itu sendiri misalnya dengan adanya penugasan yang mengajarkan kerjasama dimana saat kuliah/kehidupan yang selanjutnya  teman-teman akan sering dihadapkan yang namanya permasalahan bersama , mencari solusi dalam sebuah persoalan dengan keterbatsan yang ada . ospek tahun depan harus lebih humanis , kita harus tau bagaimana hakikatnya , perlu dikaji lagi terkait penugasan yang sekiranya bisa lebih diefesiensikan lagi , tidak ada tujuan yang menyimpang dari peraturan yang ditetapkan . 
                Pada akhirnya, proses OSPEK selayaknya dilaksanakan sebagaimana tujuan awalnya. Diperlukan berbagai macam rangkaian kegiatan yang dapat menjadi media tersampainya tujuan dari OSPEK itu sendiri. Internalisasi nilai kehidupan mungkin perlu dilakukan namun porsinya hanya sebagai “bumbu” agar fokus tujuan dari OSPEK tidak membias. Semestinya, jika diperlukan sebuah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan internalisasi nilai kehidupan, tak dapat dilakukan hanya dalam rangkaian OSPEK selama tiga sampai lima hari. Dalam mewujudkan mahasiswa yang berkarakter tentunya tidak berhenti di masa ospek tapidiperlukan suatu proses terus menerus dan bersifat jangka panjang, mengingat mahasiswa baru bukanlah sebuah gelas kosong yang dapat diisi dengan berbagai cairan apapun dengan mudah. Mereka adalah sosok yang telah dewasa dan mampu menentukan jalan mereka sendiri.

Dirangkum oleh :
AG (BSO Forbi HIMA SIGARA dan Asisten Lab Jurusan Ilmu Administrasi Negara)

 

0 komentar:

Posting Komentar