Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Pengurus HMAP UNY 2019

Kabinet Inisiator

Keseruan LTF (Leadership Training and Familiarity) AP UNY

PLAN 2019

PUBLIC ADMINISTRATION

SEMINAR NASIONAL

Jumat, 31 Maret 2017

Open House ORMAWA Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta 2017

     

        Ormawa-ormawa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan acara open house pada hari Kamis, 30 Maret 2017. Acara yang berlokasi di parkiran PKM FIS ini diprakarsai oleh BEM FIS UNY. Open house ormawa ini merupakan suatu acara tahunan yang menandai kepengurusan baru setiap ormawa, juga untuk membuka proker di kepengurusan baru tersebut. Selain itu, acara ini bertujuan untuk mengeratkan solidaritas antar ormawa, sebagai wadah pengembangan minat dan bakat setiap ormawa, serta untuk mengenalkan ormawa kepada pihak luar. Laras Andarsusanti, mahasiswi prodi Pendidikan Geografi 2016, yang merupakan ketua pelaksana acara ini berharap dengan adanya open house dapat semakin meningkatkan solidaritas antar ormawa di FIS, serta dapat mengenalkan ormawa-ormawa di FIS kepada pihak luar.
Acara open house dimulai pukul 15.00 dan ditutup pada pukul 22.00. Terdapat beberapa acara untuk memeriahkan open house ini, seperti acara penghiasan tumpeng dan penampilan ormawa-ormawa FIS. UKM Teater FIS, Lumintu, juga turut andil dalam memeriahkan dan menghibur para mahasiswa yang menghadiri acara ini. Acara berlangsung meriah dengan Ilham Iqomatudien dan Halimah sebagai pembawa acara.
HIMA Ilmu Administrasi Negara tentu saja tak ketinggalan dalam acara ini. Mengambil pewayangan sebagai tema standnya, hima Sigara memperkenalkan diri melalui display video yang ditampilkan di stand. Video itu berisi divisi-divisi yang ada dalam hima dan proker-prokernya. Serta ada pula video yang menampilkan behind the scene salah satu proker besar Hima Sigara, yaitu Pensigara. Dengan adanya video tersebut diharap dapat menambah wawasan mahasiswa tentang Hima Sigara itu sendiri. Selain itu, Hima Sigara juga menjajakan berbagai macam makanan ringan di standnya.



Selasa, 28 Maret 2017

DISKUSI KAMAGARA DIY "UU ITE untuk siapa?"

         Kamagara sebagai organisasi paguyuban dari prodi Ilmu Administrasi Negara di DIY pada awal tahun ini mengadakan diskusi publik yang mengangkat tema "UU ITE untuk siapa?". Tema ini diangkat karena mulai banyak perdebatan tentang apakah UU ITE ini sendiri sudah mewakili aspirasi dari seluruh rakyat Indonesia. Diskusi ini bertempat di Ruang Ki Hajar Dewantara FIS UNY.
Diselenggarakan pukul 15.00-17.30 WIB pada hari jumat tanggal 24 Maret 2017 dengan dihadiri oleh beberapa perwakilan prodi Administrasi Negara dari enam universitas, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Widya Mataram, Universitas Proklamasi 45, dan Universitas Aisyiyah.
          Dari hasil diskusi tersebut kita melihat di era digitalisasi dan keterbukaan informasi publik, tidak mungkin masyakat mau terus menerus dibungkam. UU ITE yang seharusnya dapat digunakan dengan semestinya akhir-akhir ini justru hanya dipergunakan oleh para kaum elit politik dan pengusaha besar saja untuk melindungi diri mereka dari pencemaran nama baik dan hal-hal yang memperburuk citra mereka, sehingga mempengaruhi pamor mereka. Karena permasalahan inilah sebagian rakyat yang merasa tidak ikut menikmati hasil dari UU ini merasa tidak membutuhkan dan cenderung untuk ingin menolak keberadaan UU ITE tersebut. Namun sebagi negara hukum tidak mungkin pula tidak ada payung hukum yang membatasi perilaku masyarakat. Dari keseluruhan sudut pandang, baik yang mengusulkan UU ITE dihapuskan, dipertahankan, maupun ditangguhkan, semuanya memberikan solusi yang sama bahwa UU ITE harus ditinjau kembali. Dengan beberapa catatan dalam peninjauannya yaitu:
1. Pemerintah harus hadir dalam wujud pendidikan yang baik guna mempersiapkan masyarakat yang cerdas dan bijak dalam menggunakan dan mengakses media komunikasi
2. Mempertegas indikator-indikator yang masih bersifat subjektif agar menciptakan hukum yang tidak hanya tajam kebawah tumpul ke atas
3. UU ITE dikembalikan lagi kepada marwahnya, dalam hal ini adalah pasal-pasal yg terkait pada kejahatan cyber dijadikan sebagi fokus utama yang diatur dalam UU ini.
Lalu saat kita kembali pada pertanyaan awal yakni UU ITE: UNTUK SIAPA? Jawabannya adl *untuk seluruh rakyat Indonesia* (seharusnya)
           Tentu saja kita sangat terganggu dengan adanya kata (SEHARUSNYA) tsb. Sehingga apa yang harus dilakukan? Yaitu menunjau ulang UU No. 11 Tahun 2008 agar UU ITE benar-benar dapat menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

Rabu, 08 Maret 2017

DISKUSI PUBLIK “GAYA HIDUP MAHASISWA”


  Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara telah menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Gaya Hidup Mahasiswa” pada hari Selasa, 7 Maret 2017. Acara diskusi tersebut dilaksanakan di Kopma Core UNY lantai 2 pada pukul 15.00-17.00 dan diikuti oleh beberapa mahasiswa Ilmu Administrasi Negara baik dari angkatan 2015 maupun angkatan 2016.
        Adinda Mubarina, mahasiswi Ilmu Administrasi Negara semester 4 yang juga sebagai pemantik diskusi, membahas mengenai hedonisme yang identik dengan gaya hidup mahasiswa zaman sekarang. Hedonisme memang merupakan sesuatu yang tidak bisa disangkal keberadaannya di era globalisasi sekarang ini, dan seolah sudah membudaya di kalangan anak muda zaman sekarang, khususnya para mahasiswa. Sehingga hal ini dirasa perlu didiskusikan mengenai baik atau tidaknya hedonisme bagi mahasiswa.
Hedonisme sendiri terjadi karena berbagai penyebab, yaitu karena manusia itu sendiri, pergaulannya, dan stigma yang berkembang di masyarakat.
Dampak dari hedonisme tersebut antara lain adalah manusia menjadi bersifat konsumtif dan sulit terpuaskan keinginannya, mempengaruhi manusia lain untuk turut bersifat hedonisme dan menghambur-hamburkan uang serta kurang melakukan sesuatu yang bermanfaat. Hedonisme juga dapat menghilangkan budaya asli bangsa Indonesia yang sederhana.
Ada beberapa cara untuk mengatasi permasalahan hedonisme ini, antara lain dengan memperbanyak rasa bersyukur dan selalu merasa cukup atas apa yang telah dimiliki dan harus ada pengalokasian uang yang baik untuk hal-hal yang lebih penting.
Namun, ada pula yang menentang pendapat bahwa hedonisme banyak membawa pengaruh buruk. Sebagian berpendapat bahwa hedonisme merupakan pilihan setiap orang, dan setiap orang berhak menentukan dan menjalani pilihannya sendiri asalkan ia mampu. Sehingga, hedonisme dianggap wajar apabila orang tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang dianggap tidak begitu penting oleh orang lain, tanpa mengesampingkan kebutuhan lain yang lebih penting. Hedonisme yang memiliki tingkat konsumsi tinggi tersebut juga dianggap dapat membantu meningkatkan perekonomian. Seperti yang kita tahu, bahwa tingkat konsumsi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan penduduk.
Kembali lagi bahwa setiap orang berhak menentukan dan menjalani hidupnya sendiri. Hedonisme merupakan pilihan masing-masing individu, yang memiliki dampak baik dan buruk. Hendaknya kita menimbang-nimbang baik dan buruknya sebelum melakukan sesuatu.

Unordered List



Support