Rabu, 08 Maret 2017

DISKUSI PUBLIK “GAYA HIDUP MAHASISWA”


  Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara telah menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Gaya Hidup Mahasiswa” pada hari Selasa, 7 Maret 2017. Acara diskusi tersebut dilaksanakan di Kopma Core UNY lantai 2 pada pukul 15.00-17.00 dan diikuti oleh beberapa mahasiswa Ilmu Administrasi Negara baik dari angkatan 2015 maupun angkatan 2016.
        Adinda Mubarina, mahasiswi Ilmu Administrasi Negara semester 4 yang juga sebagai pemantik diskusi, membahas mengenai hedonisme yang identik dengan gaya hidup mahasiswa zaman sekarang. Hedonisme memang merupakan sesuatu yang tidak bisa disangkal keberadaannya di era globalisasi sekarang ini, dan seolah sudah membudaya di kalangan anak muda zaman sekarang, khususnya para mahasiswa. Sehingga hal ini dirasa perlu didiskusikan mengenai baik atau tidaknya hedonisme bagi mahasiswa.
Hedonisme sendiri terjadi karena berbagai penyebab, yaitu karena manusia itu sendiri, pergaulannya, dan stigma yang berkembang di masyarakat.
Dampak dari hedonisme tersebut antara lain adalah manusia menjadi bersifat konsumtif dan sulit terpuaskan keinginannya, mempengaruhi manusia lain untuk turut bersifat hedonisme dan menghambur-hamburkan uang serta kurang melakukan sesuatu yang bermanfaat. Hedonisme juga dapat menghilangkan budaya asli bangsa Indonesia yang sederhana.
Ada beberapa cara untuk mengatasi permasalahan hedonisme ini, antara lain dengan memperbanyak rasa bersyukur dan selalu merasa cukup atas apa yang telah dimiliki dan harus ada pengalokasian uang yang baik untuk hal-hal yang lebih penting.
Namun, ada pula yang menentang pendapat bahwa hedonisme banyak membawa pengaruh buruk. Sebagian berpendapat bahwa hedonisme merupakan pilihan setiap orang, dan setiap orang berhak menentukan dan menjalani pilihannya sendiri asalkan ia mampu. Sehingga, hedonisme dianggap wajar apabila orang tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang dianggap tidak begitu penting oleh orang lain, tanpa mengesampingkan kebutuhan lain yang lebih penting. Hedonisme yang memiliki tingkat konsumsi tinggi tersebut juga dianggap dapat membantu meningkatkan perekonomian. Seperti yang kita tahu, bahwa tingkat konsumsi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan penduduk.
Kembali lagi bahwa setiap orang berhak menentukan dan menjalani hidupnya sendiri. Hedonisme merupakan pilihan masing-masing individu, yang memiliki dampak baik dan buruk. Hendaknya kita menimbang-nimbang baik dan buruknya sebelum melakukan sesuatu.

0 komentar:

Posting Komentar